“Saat saya tarik, pukat itu terasa berat. Begitu saya lihat lebih dekat, ternyata ada kerang berwarna oranye bercorak hitam,” katanya.
Setelah mendapat kerang indah itu, Edy langsung pulang ke rumah. Ia terkejut saat membuka kerang, yang ternyata berisi sebuah mutiara besar berwarna oranye.
“Saat saya tanya-tanya, banyak yang bilang ini mutiara melo oranye yang sangat mahal. Saya minta tolong keluarga untuk cek ke internet (google), ternyata ada yang bernilai Rp 4,8 miliar. Tentu saya terkejut sekali,” kata Edy.
Namun Edy mengaku tak ingin menjual mutiara itu. Terlebih, dia juga bingung barang berharga ini harus dikemanakan.
Nah, begitu mendapat kabar Presiden Jokowi akan berkunjung ke Sungai Kunyit, ia pun bergegas ke kawasan Terminal Kijing untuk menjadikannya sebagai cinderamata.
“Hanya saja, saya gagal untuk bertemu beliau, karena tidak ada pihak yang bisa memfasilitasi,” ujarnya kecewa.
Meski begitu, Edy Purwandi mengaku masih berharap Presiden Joko Widodo bersedia menerima cinderamata mutiara miliknya itu.
“Semoga Allah SWT memudahkan saya untuk bertemu bapak Presiden. Sekali lagi, saya ingin bersalaman dan berfoto dengan beliau,” kata Edi pasrah.
Saat tiba di kawasan Terminal Kijing, Edy Purwandi tampak didampingi sejumlah keluarganya.
Ia menyewa sebuah mobil dan memasang selembar kain kuning di kap mesin.
Baca Juga:Erick Thohir Berharap Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Kain kuning itu bertuliskan, “Selamat datang Yang Mulia Bapak Joko Widodo. Saya persembahkan MUTIARA MELO ORANYE sebagai bentuk penghargaan kepada Yang Mulia. Mohon perkenankan menerima penyerahan hasil temuan saya ini. Tertanda: Edy Purwandi – Nelayan Mempawah”.