Status Kuasa Hukum Deolipa Yumara Pengacara Bharada E Dicabut, Netizen Curigai Ada Intervensi: Berusaha Menutup Bobrok

Dalam tayangan yang turut dibagikan oleh akun Twitter @alextham878, dibagikan cuplikan Deolipa Yumara yang membaca secara cepat isi dari surat pencabutan.

Denada S Putri
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 19:00 WIB
Status Kuasa Hukum Deolipa Yumara Pengacara Bharada E Dicabut, Netizen Curigai Ada Intervensi: Berusaha Menutup Bobrok
Kuasa Hukum Bharada E, Deolipa Yumara sesuai bertemu penyidik di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (8/8/2022) malam. [Suara.com/Muhammad Yasir]

SuaraKalbar.id - Secara mendadak status kuasa hukum Deolipa Yumara pengacara Bharada E dicabut dan surat pencabutan dibacakan langsung oleh Deolipa Yumara dalam sebuah acara televisi.

Dalam tayangan yang turut dibagikan oleh akun Twitter @alextham878, dibagikan cuplikan Deolipa Yumara yang membaca secara cepat isi dari surat pencabutan yang tersebar di awak media dalam bentuk ketikan yang sudah ditandatangani dan ditempeli materai oleh Bharada E.

"Dengan ini saya selaku pemberi kuasa menyatakan mencabut kuasa tersebut terhitung sejak tanggal surat ini ditandatangani. Surat pencabutan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Demikian surat pencabutan kuasa ini untuk digunakan sebagaimana mestinya," dikutip dari surat pencabutan yang ditandatangani pada 10 Agustus 2022.

Beredarnya surat tersebut, membuat beberapa netizen termasuk pemilik akun @alextham878 tampak tak percaya akan surat tersebut karena menilai Bharada E sedang berada di sel tahanan dan tak mungkin membuat surat pencabutan kuasa hukum.

Baca Juga:Cara Menonaktifkan Status Online di WA

"Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara mengatakan dapat WA dari anak buahnya bahwa status kuasa hukumnya dicabut oleh Bharada E... Bharada E posisinya ditahanan gak mungkin buat surat pencabutan kuasa hukum pakai ketik & biasanya Bharada E pakai tulisan tangan," tulis @alextham878.

Akibat hal tersebut, banyak netizen menilai ada intervensi yang dilakukan kepada Bharada E hingga terpaksa harus membuat surat pencabutan kuasa hukum.

Postingan tersebut viral dan cukup menarik perhatian publik di kolom komentar. Banyak netizen yang turut menduga bahwa ada intervensi yang dilakukan kepada Bharada E.

"Bisa jadi tetap atas pengetahuan dan persetujuan Baradha E. Kaki tangan tersangka pasti tetap bergerak atau bahkan atasan FS yg terancam jika motif asli terkuak. Bharada E mungkin udah pasrah diancam, tapi kalo yang diancam adalah keluarganya? Bharada E mau apa?" Duga @den****

"Hahahah Pak pengacara terlalu ceplas-ceplos sih, terus Netizen disuruh percaya gitu kalo gak ada intervnsi yang dilakukan.. makin keliatan ada yg berusaha menutup borok nih," ujar @mie****

Baca Juga:Sepak Terjang Deolipa Yumara, Pengacara yang Kuasanya Mendadak Dicabut Bharada E

"Sudah rahasia umum kalau kepolisian penuh dengan sandiwara. Udah keburu kebuka ke publik aja dan wartawan jadi tidak bisa lari. Dalam-dalamnya sih masih bobroklah kepolisian itu. Semoga benar-benar dibersihkan dan tujuan institusi ini kembali ke jalan yang benar," tambah @sus****

News

Terkini

semoga TNI semakin profesional, modern dan tangguh, serta senantiasa bersinergi dengan Polri dan seluruh elemen bangsa

News | 11:09 WIB

Jadi data korban meninggal 131 orang

News | 10:41 WIB

Pitt mencekik salah satu anak dan memukul wajah yang lain. Mencengkeram kepala Jolie dan mengguncangnya

Lifestyle | 09:37 WIB

Kami mau mengajak semua masyarakat Indonesia untuk berani speak up dan menolak terhadap segala bentuk kekerasan, sekali lagi segala bentuk kekerasan

Lifestyle | 09:21 WIB

Tribun penonton di Kanjuruhan belum 'single seat' sehingga tidak terukur. Inilah yang membuat ada pihak yang mengatakan 40 ribu atau 45 ribu orang di sana

News | 08:05 WIB

Dugaan sementara, sumber ledakan tersebut berasal dari dalam tabung Biogas yang didalamnya berisi sekitar 20 persen dari 10 ribu kubik gas

News | 21:03 WIB

Tim DVI kerja sama dengan persatuan dokter forensik Jatim dan seluruh rumah sudah identifikasi. Sampai hari ini ada 125 korban meninggal dunia, tidak ada tambahan

News | 20:41 WIB

Army Indonesia untuk korban Kanjuruhan (Tidak ada sepak bola seharga nyawa manusia)

News | 20:24 WIB

Dari hasil sidang, Arema FC dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebagai tuan rumah dan harus dilaksanakan di tempat yang jauh dari Malang

News | 20:06 WIB

Saya prihatin sekaligus meminta maaf jika di dalam pengamanan yang berjalan terdapat kekurangan

News | 19:36 WIB

Menurut pelapor, dalam melakukan 'roasting' kepada korban, terlapor menggunakan kata yang kurang sopan. Atas kejadian tersebut korban merasa dicemarkan nama baiknya

News | 19:25 WIB

Kepada saudara ketua panitia pelaksana Abdul Haris, sebagai ketua pelaksana pertandingan tidak boleh beraktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup

News | 19:00 WIB

Vihara ini merupakan yang termegah di Kota Singkawang dan dipastikan akan menjadi destinasi wisata religi baru di kota ini

News | 18:28 WIB

kami mediasi dengan pihak majikan yang menahannya selama 17 tahun, dan pihak majikan tersebut juga telah membayar upahnya yang tidak pernah dibayar selama 17 tahun

News | 17:49 WIB

Sudah disampaikan pada saat apel lima jam sebelumnya. Jadi ini memang kami melihat ada tindakan preventif yang sudah dilakukan, dari internal kepolisian

News | 17:20 WIB
Tampilkan lebih banyak