Terungkap, Kerusuhan di Mulyorejo Jember Ada Hubungannya dengan Lahan kopi

Warga harus membayar uang keamanan kepada kelompok Salam cs yang nilainya berkisar Rp2 juta hingga Rp7 juta setiap minggunya saat para petani memanen buah kopi

Bella
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 08:35 WIB
Terungkap, Kerusuhan di Mulyorejo Jember Ada Hubungannya dengan Lahan kopi
Salah satu rumah yang hancur diserang massa di Desa Mulyorejo, Jember. [Beritajatim.com]

SuaraKalbar.id - Penyebab kerusuhan yang terjadi di Desa Mulyorejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, akhirnya terungkap.

Menurut Kapolres Jember Ajun Komisaris Besar Polisi Hery Purnomo, Kerusuhan terjadi diawali oleh adanya penguasaan lahan sepihak oleh petani yang tidak dilengkapi administrasi secara legal.

"Sehingga kondisi itu dimanfaatkan oleh kelompok Salam cs untuk bisa meminta upah dengan dalih jasa pengamanan," katanya di Mapolres Jember, Kamis.

Menurutnya, aksi pembakaran beberapa rumah dan kendaraan di Padukuhan Patungrejo dan Dampikrejo, Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, merupakan puncak kekesalan para petani kopi di Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, dan warga Desa Mulyorejo.

Baca Juga:Hati-hati, Ini Modus Penipuan Berkedok Investasi Trading di Jember, Korban Rugi Hingga Rp 5,2 Miliar

"Kelompok Salam cs menawarkan jasa pengamanan, apabila tidak mau memberikan uang pengamanan maka kopi hasil panen warga akan diambil atau dicuri oleh para pelaku, baik kopi yang masih di pohon maupun yang sudah panen di kebun," katanya.

Kapolres mengungkapkan kondisi premanisme itu telah terjadi sejak tahun 2012 dan warga takut untuk melapor kepada aparat kepolisian karena pengaruh kekuasaan Salam cs sangat kuat di wilayah tersebut.

"Warga harus membayar uang keamanan kepada kelompok Salam cs yang nilainya berkisar Rp2 juta hingga Rp7 juta setiap minggunya saat para petani memanen buah kopi di Dusun Baban Timur," ujarnya.

Meski sudah membayar uang keamanan kepada para pelaku tersebut, terkadang warga juga masih melihat para pelaku mengambil hasil panen kopi di kebun yang lokasinya memang sulit diakses dengan kendaraan roda empat.

"Memang ada kekesalan yang sudah memuncak dari para petani kopi, baik dari warga Kecamatan Kalibaru Banyuwangi maupun warga di Kecamatan Silo Jember, sehingga warga Kalibaru melakukan pembakaran rumah dan kendaraan Salam cs di Dusun Baban Timur," ujarnya. (Antara)

Baca Juga:Update Kasus Kerusuhan Mulyorejo Jember, Ini Fakta dan Penyebab Utamanya Versi Penyelidikan Polisi

News

Terkini

Penyidik sudah menemukan alat bukti yang cukup sehingga kita tindaklanjuti dengan penetapan tersangka.

News | 15:53 WIB

Anjir kalo begini ceritanya dipikir-pikir masih mending diselingkuhin tapi ceweknya sekelas Luna Maya misalnya, daripada malah saingan sama boti-boti naj*s

News | 15:05 WIB

Masyarakat juga untuk waspada dengan melakukan langkah-langkah mengamankan data pribadinya

News | 14:08 WIB

Malaysia memanfaatkan kelemahan kondisi fisik kami. Ini menjadi pelajaran yang maha berharga bagi tim

News | 12:56 WIB

Jika ada orang-orang yang menghambat, baik dari tokoh Nasionalis, tokoh agama, atau Mahasiswa, atau elemen lain habisi mereka

News | 12:43 WIB

pemotor yang menabrak kakek tersebut merupakan anak di bawah umur yang belum memiliki surat izin mengendarai (SIM).

News | 12:32 WIB

TERBARU.!! KPK TEMUKAN 50 MILIAR DIRUMAH HASTO. TAK BISA MENGELAK LAGI KESAYANGAN PDI-P TERANCAM BUI

News | 10:56 WIB

Ngaku Miliki Banyak Profesi mulai dari Pengamen, Ketum LSM hingga Lawyer, Firdaus Oiwobo Jadi Bahan Ejekan Netizen

Lifestyle | 09:52 WIB

Aku takut kalo Billar itu gak setia. Kalo dari mukanya mereka cocok, tapi kalo secara hati, aku tuh masih ragu-ragu sama Billar

Lifestyle | 09:09 WIB

Dalam koordinasi itu, kami telah bersepakat nanti mulai tanggal 1 Oktober 2022, akan ada lalulintas bus angkutan penumpang setiap harinya,

News | 08:49 WIB

Dalam hati ini saya menangis melihat masyarakat yang ditinggal pemimpinnya tanpa bertanggung jawab. Sedih hati kita ini. Dan bikin malu menurut saya

News | 08:00 WIB

Kontak tembak itu terjadi antara Satgas Madago Raya dengan satu DPO MIT Poso di KM 13 Desa Kilo, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (29/9), sekitar pukul 18.30 Wita

News | 21:38 WIB

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dalam aksi penjualan anak ini adalah seorang gadis berinisial CA (15) yang masih berstatus palajar

News | 21:28 WIB

Dari hasil pengembangan itu kami amankan seorang perempuan insiail JO

News | 21:09 WIB

Dihukum sesuai dengan perbuatan mereka dan seberat-beratnya, Pasal 340 KUHP akan dijalankan dengan baik

News | 20:15 WIB
Tampilkan lebih banyak