Survei Charta Politika: Ganjar Pranowo Ungguli Prabowo Subianto dan Anies Baswedan

Sampai dengan periode survei dilakukan, Ganjar Pranowo menjadi pilihan tertinggi publik sebagai calon presiden

Bella
Jum'at, 23 September 2022 | 07:35 WIB
Survei Charta Politika: Ganjar Pranowo Ungguli Prabowo Subianto dan Anies Baswedan
Arsip Foto - Ganjar Pranowo menghadiri gelaran tradisi Sebar Apem Yaa Qowiyyu di Kompleks Makam Kiai Ageng Gribig, Jatinom, Klaten pada Jumat (16/9/2022). [Dok Pemprov Jateng]

SuaraKalbar.id - Survei terbaru Lembaga Survei Charta Politika Indonesia menunjukkan bahwa elektabilitas calon presiden (capres) Ganjar Pranowo mengungguli Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan dalam simulasi tiga nama, elektabilitas Ganjar berada di angka 37,5 persen. Sementara di bawahnya Prabowo Subianto mendapat 30,5 persen dan terakhir Anies Baswedan 25,2 persen.

"Sampai dengan periode survei dilakukan, Ganjar Pranowo menjadi pilihan tertinggi publik sebagai calon presiden," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Dirinya mengungkapkan, selain simulasi tiga nama, nama Ganjar juga berada di urutan teratas dalam simulasi 10 nama. Elektabilitas Ganjar terpaut jauh di angka 31,3 persen, disusul Prabowo dengan perolehan 24,4 persen dan Anies 20,6 persen.

Baca Juga:Survei Elektabilitas Capres: Ganjar Pranowo Kalahkan Prabowo dan Anies

Sementara itu pada simulasi 27 nama, Ganjar Pranowo masih teratas dengan 28,5 persen dan Prabowo 23,4 persen, disusul Anies di belakangnya dengan 19,6 persen, lalu sejumlah tokoh nasional lainnya.

Yunarto memaparkan, tingginya elektabilitas Ganjar tak lepas dari banyaknya dukungan masyarakat terhadap Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu di empat zona wilayah berbeda se-Indonesia.

"Dari responden Jateng dan DIY sebanyak 67 persen mendukung Ganjar menjadi presiden apabila pemilihan dilakukan hari ini. Kemudian di Jawa Timur 25,8 persen, di Bali, NTB, dan NTT 53,3 persen, di Maluku serta Papua dengan 30 persen dukungan," jelasnya.

Dalam hasil survei ini, Yunarto menyatakan bahwa pengetahuan publik terhadap Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 terbilang tinggi. Berdasarkan survei sebanyak 75 persen dari total responden mengetahui perhelatan demokrasi tersebut.

Survei ini dilakukan secara tatap muka pada 6-13 September 2022. Para responden merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah memiliki hak pilih dalam pemilu, yakni WNI berusia minimal 17 tahun.

Baca Juga:Jelang Pilpres 2024 Megawati Larang Kader Dansa-dansa Politik, Ini Kata Ganjar

Responden dipilih melalui metode "Multistage Random Sampling" sebanyak total 1.220 responden. "Margin of erorr" survei ini sebesar 2,82 persen dengan "quality control" dari 20 persen responden. Antara

News

Terkini

Ketua RT setempat mendatangi lokasi kejadian karena anak korban minta tolong, setelah kedua orangtuanya dibacok OTK

News | 17:29 WIB

Dengan cara menyanyi yang cukup lucu apalagi telah mengganti lirik tersebut, Intan lantas viral di sosmed.

News | 16:20 WIB

Pengejaran pun sempat terjadi yang dilakukan oleh warga dan Kasat Lantas Polres Buleleng setelah mendapati pelaporan.

News | 12:41 WIB

Diakuinya, masih ada beberapa aset yang perlu disertifikasi.

News | 08:00 WIB

Setelahnya, pembuatan laporan ke Polres Kubu Raya pun dilakukan.

News | 19:41 WIB

Dalam video tersebut, dengan berjongkok dihadapan soang itu, Naufal terlihat menyanyikan sebuah lagu.

News | 18:30 WIB

Tak hanya itu, terlihat pula pada tangkapan layar tersebut sang pemilik akun fetish.

News | 16:03 WIB

Pada video lainnya saat keadaan tak lagi memanas, seorang umat tampak meminta kompensasi.

News | 13:45 WIB

Namun, benarkah video tersebut merupakan peristiwa orang selesai shalat dan dihajar PKI?

News | 08:10 WIB

Berdasarkan hasil mediasi, diduga bocah tersebut mengalami halusinasi karena melihat makhluk yang tidak kasatmata ketika kejadian

News | 07:20 WIB

Ini merupakan surat panggilan kedua, sebelumnya yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk hadir tanggal 12 September 2022 lalu

News | 06:05 WIB

Tambang ilegal sangatlah meresahkan karena selain merusak alam dan menimbulkan kerugian negara, juga membahayakan bagi pelakunya sendiri dan juga masyarakat

News | 21:58 WIB

Tim fokus menuntaskan dan menunggu dari Kejaksaan Agung berkasnya dan fokus juga menyelesaikan untuk sidang kode etik. Itu fokusnya, jadi tidak perlu melebar ke mana-mana,

News | 21:50 WIB

Objek yang terbakar berada di lantai dua sedangkan di lantai satu hanya sebagian saja di bagian plafon

News | 21:39 WIB
Tampilkan lebih banyak