Adanya pameran arsip tersebut, Rikaz berharap kedepannya Pemprov dapat terus membuat kegiatan serupa dalam berbagai momentum hari penting.
“Misalnya mungkin hari pahlawan 10 November itu diadakan lagi (pameran arsip), jadi memang kegiatan seperti ini kami harapkan penting dalam kacamata pendidikan itu sebagai tempat sarana belajar juga,” ujar Rikaz.
Nazwa Awanda, salah seorang mahasiswa IKIP PGRI Pontianak, prodi Bahasa Inggris, yang turut berkunjung ke pameran arsip tersebut mengaku cukup terpukau karena mendapatkan pengetahuan baru.
“Ini kan kita beda jurusannya, jadi kayak menemukan hal barulah di dalam pameran arsip ini, kita dapat ilmu, walaupun kita nggak kuliah di fakultasnya, jadi setidaknya kita dapat kecipratan ilmunya,” ujar Nazwa.
Dari sudut pandang seorang pelajar, Nazwa mengungkapkan pameran tersebut sangat membantu mahasiswa dalam pengenalan mengenai sejarah.
“Disini mahasiswa terbantu dengan adanya pameran-pameran ini kayak di beberapa tempat lain itu cuma hanya beberapa nama yang dimasukin, tapi kalau di sini itu bener-bener yang di jabarin gitu dari awal kotanya berdiri,” pungkas Nazwa.
Foto: Sejumlah pengunjung menikmati pameran arsip di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat (Suara.com/Maria)