SuaraKalbar.id - Hoax Crisis Center (HCC) Indonesia melakukan kampanye anti hoaks di pesta demokrasi melalui kompetisi video. Kompetisi yang diikuti ratusan peserta tersebut sukses menarik generasi muda dari berbagai daerah untuk turut memerangi hoaks di pesta demokrasi menggunakan cara yang kreatif.
Saat ini, pemenang dari kompetisi video anti hoax yang diselenggarakan oleh HCC Indonesia tersebut telah diumumkan. Pengumuman itu digelar di Warung Kopi Tegak Lurus Pancasila, Jalan Pancasila V, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Minggu (10/12).
Berikut adalah daftar pemenang dan hadiah dalam kompetisi anti hoaks di pesta demokrasi:
1. Juara I atas nama Yasin Hidayat asal Purbalingga, Jawa Tengah, dengan akun @hd_yasin mendapatkan hadiah Rp 10 juta.
Baca Juga:Jelang Pemilu 2024, Begini Tahapan Pembentukan KPPS
2. Juara II atas nama Kristian Tedi Baramula, asal Ngabang, Kabupaten Landak, Kalbar, dengan akun @ktdyb (Rp 7,5 juta).
3. Juara III atas nama Adi Aprian asal Kota Pontianak, Kalbar dengan akun @adi.panglima (Rp 5 Juta).
4. Juara Special Mention atas nama Luky Friadi, asal Kuningan, Jawa Barat, dengan akun @luky_friadi (mendapatkan HP Infinix Smart8).
Ketua Panitia Hoax Crisis Center (HCC) Indonesia Arniyanti mengatakan bahwa lomba ini dihadirkan sebagai bentuk kontribusi HCC dalam mengawal pesta demokrasi yang damai dan bersih dari hoaks.
Arni menyebutkan bahwa kompetisi ini diikuti oleh 160 pendaftar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga:KPU Kalbar Lepas 6 Peti Isi Logistik untuk Pemilu 2024
“Ada yang dari Jakarta, Palembang, Padang, Kaltim, Kalsel, bahkan Sulawesi hingga ada yang dari Bali,” kata Arniyanti yang juga Aktivis Lembaga Gemawan itu saat acara pengumuman pemenang lomba.
Sementara itu, Ketua Dewan Juri Hamdan Darsani mengatakan proses penjurian dilakukan secara ketat dan selektif.
“Kreativitas peserta tentu kami sangat apresiasi sehingga terjadi perdebatan dalam menilai hingga menentukan pemenang. Kami ucapkan selamat kepada pemenang dan yang belum beruntung tentu jangan berkecil hati. Terus berkreasi dalam memerangi hoax dengan membuat konten video yang menarik,” kata Trainer Tersertifikasi Google News Initiative Network ini.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Barat MS Budi mengapresiasi Hoax Crisis Center (HCC) Indonesia yang menggelar kompetisi anti hoax di pesta demokrasi 2024 atau Pemilu 2024.
Dirinya mengungkapkan bahwa melalui kompetisi ini kreativitas anak muda mendapat daya dukung dalam membuat video melawan hoax.
“Saat ini bangsa sedang melawan hoax yang dapat mengganggu integrasi bangsa. Dan kompetisi itu memiliki manfaat yang luar biasa dalam mendukung Pemilu yang jurdil,” kata Budi saat memberikan sambutan.
Menurut Budi, jika anak muda mampu membanjiri media sosial dengan program dan video serta konten anti hoax, maka penyajian informasi tentang politik terhindari dari informasi bohong.
Di tempat yang sama, Komisioner Badan Pengawas Pemilu - Bawaslu Kalimantan Barat Yosef Harry Suyadi menilai bahwa kompetisi yang diselenggarakan Hoax Crisis Center (HCC) Indonesia itu merupakan bentuk dukungan agar pelaksanaan Pemilu berjalan dengan baik.
“Ini spektakuler, penyelenggara Pemilu sangat terbantu. Ini menjadi stimulus bagi gen z untuk mendorong pengawasan partisipatif mereka dalam Pemilu,” terang Yosef.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombespol Raden Petit Wijaya berharap kompetisi video anti hoaks dapat menjadi sistem penyejuk atau cipta kondusifitas sehingga pemilu berjalan aman dan damai. Pasalnya, kata Petit, saat ini terdapat berbagai konten hoaks yang tersebar di media sosial.
Sementara itu, Ketua Umum HCC Indonesia, Reinardo Sinaga, mengatakan lomba ini memilih platform medsos Instagram dan TikTok oleh karena memang konten-konten hoax paling banyak disebar di platform tersebut.
“Sebenarnya paling banyak itu Facebook, tapi Facebook sudah satu perusahaan dengan Instagram, sehingga ketika lomba ini kita ramaikan di feed Instagram juga terekspos di Facebook. Kita juga ramaikan lomba ini agar FYP di TikTok,” ujar Edho yang juga Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi Kalbar.
Menurutnya dengan cara ini, sebagai upaya HCC Indonesia untuk memerangi hoax karena konten hoax sangat mudah dibuat dan disebar bahkan hanya hitungan menit.
“Paling rawan itu menjelang Pemilu seperti saat ini, jadi kami sampaikan menjaga Pesta Demokrasi yang aman dan damai bukan hanya tugas KPU dan Bawaslu, tapi tugas kita bersama,” pesannya.