Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat, Delapan Desa Masih Terisolir

Hal ini sebagai respons atas kondisi delapan desa di dua kecamatan yang masih terisolir pascabencana banjir dan longsor.

Suhardiman
Jum'at, 30 Januari 2026 | 12:01 WIB
Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat, Delapan Desa Masih Terisolir
Ilustrasi bencana alam (Freepik)
Baca 10 detik
  • Pemkab Aceh Tengah memperpanjang status tanggap darurat bencana selama tujuh hari, berlaku 30 Januari hingga 5 Februari 2026.
  • Delapan desa di Kecamatan Linge (lima) dan Ketol (tiga) masih terisolir akibat longsor dan jembatan rusak.
  • Bantuan logistik bagi warga terisolir disalurkan melalui udara menggunakan helikopter karena akses darat sulit diperbaiki.

SuaraKalbar.id - Pemkab Aceh Tengah kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana. Perpanjangan ini berlaku selama tujuh hari, terhitung mulai 30 Januari hingga 5 Februari 2026.

Hal ini sebagai respons atas kondisi delapan desa di dua kecamatan yang masih terisolir pascabencana banjir dan longsor.

"Memperpanjang status tanggap darurat bencana di Kabupaten Aceh Tengah, mulai tanggal 30 Januari sampai dengan 5 Februari 2026," kata Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, melansir Antara, Jumat, 30 Januari 2026.

Menurut Haili Yoga, hingga saat ini terdapat delapan desa yang masih terisolir, masing-masing berada di Kecamatan Linge (lima desa) dan Kecamatan Ketol (tiga desa).

Terisolirnya desa tersebut karena masih terdapat longsoran jalan dan jembatan, sehingga belum dapat dilalui kendaraan, bahkan untuk sepeda motor. Masyarakat di sana, masih membutuhkan bantuan, dan disalurkan melalui udara menggunakan helikopter.

"Maka kami atas nama pemerintah Aceh Tengah masih memperpanjang status daripada daerah kita sebagai tanggap darurat, kalau dalam tujuh hari kedepan selesai, maka akan selesai (tanggap daruratnya) seperti itu," ujarnya.

"Harapan kita kepada pemerintah provinsi dan pusat, memang ini harus menjadi perhatian serius kita, kaitannya dengan daerah yang terisolir seperti ini," sambungnya.

Perbaikan infrastruktur di sana terkendala karena luas sungainya, terutama di Kecamatan Ketol mencapai sekitar 300 meter, sehingga daerah tidak mampu memperbaikinya, maka harus ada bantuan pusat, dan kini sudah mulai berproses berkat bantuan TNI/Polri.

Kemudian, untuk wilayah Kecamatan Linge, jembatan di sana juga masih putus, baru dapat dilalui kendaraan roda dua, dan juga masih terbatas, sehingga kebutuhan masyarakat susah didapatkan.

"Maka kita menyampaikan bahwa delapan desa ini cukup berat. Karena ini harus dilakukan oleh pemerintah pusat seperti itu," tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kondisi masyarakat Kecamatan Ketol hanya sebagian kecil yang masih bertahan di tenda pengungsian, rata-rata sudah kembali ke rumah.

Sedangkan di Kecamatan Linge, masyarakat di sana banyak yang masih mengungsi, karena desa mereka sudah diterjang banjir dan longsor, bahkan sebagian tidak memiliki rumah lagi.

"Kita harapkan juga masyarakat, hunian sementara (Huntara) sedang berproses, ini sementara daripada rumah masyarakat, apalagi kita mau menghadapi bulan suci Ramadhan," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak