- Dr. Yose Rizal meluruskan mitos bahwa tidur seharian saat puasa efektif menghemat energi selama Ramadan.
- Tidur berlebihan selama puasa tidak benar mengumpulkan energi, padahal aktivitas positif tetap dianjurkan.
- Olahraga ekstrem di siang hari saat puasa berpotensi membahayakan kesehatan dan memicu kebutuhan untuk berbuka.
SuaraKalbar.id - Banyak orang masih meyakini bahwa tidur sepanjang hari saat puasa adalah cara terbaik untuk menghemat energi selama Ramadan. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Praktisi kesehatan dr Yose Rizal menegaskan bahwa kebiasaan tidur seharian demi menghindari rasa lemas justru merupakan mitos yang perlu diluruskan.
"Jadi itu mitos yang sangat salah sih. Tidur saja seharian entar juga energi kita terkumpul itu enggak benar. Tidurnya orang yang berpuasa itu berpahala, nah tidur saja berpahala apalagi kita olahraga, apalagi kita aktivitas lain gitu kan,” katanya melansir suarakalabar, Senin, 16 Februari 2026.
Dirinya mengatakan bahwa bulan Ramadan seharusnya menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak kegiatan positif, mengingat pahala yang dijanjikan berlipat ganda. Bukan tidur sepanjang hari dengan alasan untuk menghemat tenaga selama berpuasa.
Selain soal tidur, dr Yose juga menyoroti ketakutan masyarakat terhadap aktivitas fisik. Banyak yang beranggapaan berolahraga saat puasa dapat membahayakan kesehatan atau membatalkan puasa karena kelelahan, termasuk dehidrasi karena tidak bisa minum air.
“Terus apa lagi ya mitos-mitos yang ada? Contoh apa lagi yang ada mitos? Olahraga berbahaya. Iya kalau olahraganya ekstrem dan dikerjakannya di tengah siang bolong ya pasti mengancam untuk segera berbuka (puasa) itu,” katanya.