- Perempuan Dayak di pedalaman Kalimantan menjaga rambut hitam alami menggunakan ramuan akar kayu hutan secara turun-temurun sejak remaja.
- Ritual perawatan tradisional tersebut kini menarik perhatian publik karena dianggap lebih alami dibandingkan produk perawatan rambut kimia modern.
- Para ahli kesehatan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati karena penggunaan bahan alami tradisional tetap memerlukan pengetahuan tepat untuk keamanan kulit.
Meski terdengar menarik, penggunaan akar kayu tradisional tidak boleh dilakukan sembarangan. Beberapa tanaman hutan memiliki kandungan yang belum tentu aman untuk semua jenis kulit kepala.
Karena itu, masyarakat lokal biasanya memahami jenis akar tertentu yang memang sudah digunakan turun-temurun.
Ahli kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati mencoba ramuan tradisional tanpa pengetahuan yang jelas.
Terutama jika memiliki riwayat alergi kulit atau masalah kesehatan tertentu. Di tengah dominasi produk kecantikan modern, kisah perawatan rambut perempuan Dayak menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki banyak warisan tradisional yang belum sepenuhnya dikenal.
Baca Juga:Gawai Dayak Melawi: Ketika Budaya Tak Sekadar Dirayakan, Tapi Dipertahankan dari Zaman
Bukan tidak mungkin, rahasia dari pedalaman Kalimantan yang dulu dianggap biasa saja justru menjadi tren kecantikan alami masa depan.
Sebab bagi sebagian perempuan Dayak, rambut hitam berkilau bukan soal mengikuti tren salon mahal, melainkan menjaga kebiasaan yang diwariskan sejak generasi lama.