BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengintai Kalbar, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada

BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat di wilayah Kalimantan Barat pada tanggal 29 hingga 30 Mei 2026.

Tasmalinda
Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:18 WIB
BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengintai Kalbar, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada
Ilustrasi hujan di Kalimantan Barat
Baca 10 detik
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat di wilayah Kalimantan Barat pada tanggal 29 hingga 30 Mei 2026.
  • Kondisi cuaca ekstrem berisiko memicu bencana banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta mengganggu aktivitas lalu lintas masyarakat setempat.
  • Masyarakat diimbau selalu memantau informasi resmi BMKG dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba.

SuaraKalbar.id - Cuaca di Kalimantan Barat diperkirakan masih belum sepenuhnya stabil hingga akhir Mei 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi pada 29 hingga 30 Mei 2026.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul masih tingginya aktivitas atmosfer yang berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. BMKG menilai kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan masih berpotensi berubah secara cepat, terutama pada siang hingga malam hari.

Sejumlah daerah disebut memiliki potensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi tersebut juga dapat disertai petir dan angin kencang dalam durasi tertentu.

BMKG mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, genangan, maupun tanah longsor untuk lebih waspada terhadap kemungkinan dampak cuaca ekstrem.

Baca Juga:Capaian CKG Kalbar Baru 2,6 Persen, Pemprov Perkuat Deteksi Dini Penyakit

Selain itu, pengendara kendaraan bermotor juga diminta berhati-hati saat beraktivitas di jalan, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi yang dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Dalam sejumlah wilayah Kalimantan Barat, hujan lebat juga berpotensi menyebabkan pohon tumbang, gangguan aktivitas masyarakat, hingga genangan di kawasan permukiman dan ruas jalan tertentu. Karena itu, warga diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan memastikan saluran air tetap berfungsi dengan baik.

BMKG menjelaskan bahwa meski sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau, potensi hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi akibat dinamika atmosfer yang masih aktif. Kondisi tersebut membuat cuaca dapat berubah dalam waktu relatif singkat.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem selama beberapa hari ke depan.

Bagi warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan, terutama perjalanan jarak jauh dan kegiatan di kawasan terbuka, kewaspadaan menjadi hal penting mengingat hujan lebat dapat datang secara tiba-tiba pada masa transisi musim seperti saat ini.

Baca Juga:Kalbar Raih Penghargaan Demokrasi Nasional, Ria Norsan Dorong Partisipasi Publik Terus Diperkuat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak