Scroll untuk membaca artikel
Husna Rahmayunita
Minggu, 26 Juli 2020 | 13:14 WIB
Ilustrasi guru. (Shutterstock)

SuaraKalbar.id - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menuturkan pemerintah Kota Pontianak masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) terutama guru.

Hal ini salah satunya dipicu oleh banyaknya guru yang pensiun setiap tahunnya. Bahkan jumlahnya mencapai ratusan.

Sementara itu, setiap usulan yang diajukan ke pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik sesuai dengan analisis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, rata-rata yang dipenuhi hanya sekitar 40 hingga 50 persen saja.

"Jumlah guru yang pensiun sekitar 200-300 guru setiap tahunnya," ujar Edi Rusdi Kamtono seperti dikutip dari Antara, Minggu (26/7/2020).

Baca Juga: Kurban Ratusan Hewan, MUI Batam Dukung Putra Siregar Pecahkan Rekor MURI

Situasi sedemikian rupa mengakibatkan tenaga guru tidak terpenuhi secara optimal.

Walhasil, tenaga guru honorer menjadi salah satu jalan keluar untuk mengatasi kekurangan tersebut.

"Ini suatu problem tersendiri yang menjadi pekerjaan rumah kita dalam menyelesaikan permasalahan kekurangan SDM tenaga pendidik," sambung Edi.

Di sisi lain, kata Edi, hingga kekinian pendapatan guru honorer terbilang belum layak sehingga pihaknya tengah mengupayakan solusi untuk menyejahterakan guru.

Edi mengatakan, pihaknya akan mengkaji bersama Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mencari jalan keluar atas permasalahan ini.

Baca Juga: Bawa Narkoba di Depan Kantor Polisi, Pemuda Diamankan Polresta Mamuju

"Bagaimana formulasinya agar setidaknya meningkatkan honor bagi guru honorer," ungkapnya.

Load More