SuaraKalbar.id - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pontianak Kota sedang gencar melakukan razia knalpot racing atau brong. Razia knalpot racing diakukan karena masyarakat banyak yang resah dengan kebisingan.
Namun seorang pemuda yang turut terjaring razia justru memberikan tanggapan santai meski terbukti melanggar peraturan lalu lintas.
Haryadi, mengaku tahu akan aturan atau larangan menggunakan knalpot racing di jalan raya. Namun dia nekat menggunakan knalpot racing biar tampil beken.
"Saya tahu dilarang. Karena ikut-ikutan dan tarikan mesin nyaman, makanya saya pakai knalpot racing. Motor gede nggak pakai knalpot racing nggak asyik, nggak keren," ujar pemuda asal Jeruju, Pontianak Barat ini kepada SuaraKalbar.id di Polresta Pontianak Kota, Senin (25/1/2021).
Haryadi adalah satu di antara 56 pengendara yang terjaring razia knalpot racing oleh Satlantas Polresta Pontianak Kota pada Sabtu (23/1/2021) malam. Ceritanya, malam Minggu kemarin mau antar teman ke Jalan Imam Bonjol.
"Saya lewat Ambalat mau ke Imam Bonjol antar teman. Eh, ada polisi yang nunggu di perempatan Pasar Flamboyan. Jadi saya ketangkap di sana. Deg-degan juga pas didatangi. Lalu motor dibawa ke sini (Polresta)," ceritanya.
Setibanya di Polresta Pontianak Kota, kata Haryadi, motor Honda CBR miliknya disita. Ia dan pengendara lain yang terjaring diminta untuk datang kembali membawa serta mengganti knalpot standar pabrik, pada Senin pagi. Sementara knalpot racingnya dimusnahkan.
"Knalpot racing saya harganya 700 ribu rupiah. Ya rela lah dipotong. Saya tidak sama sekali keberatan dengan adanya pemotongan knalpot ini," jelasnya.
Ia justru berharap razia knalpot racing ini bisa diperketat dan ditingkatkan. "Saya berharap kepolisian bisa razia terus dan lebih ketat. Biar semua yang pakai knalpot racing bisa habis. Saya setuju dengan razia ini," harapnya.
Baca Juga: Jenazah Putri Wahyuni Dibawa ke Pekanbaru, Suami Dimakamkan di Pontianak
Berbeda dengan seorang pelanggar lainnya. Pemuda yang mengenakan hoodie biru dongker ini terlihat emosi saat memotong knalpot racingnya. Belum diketahui, sikap itu karena harga knalpotnya mahal atau malu di depan sang pacar. Karena pemuda ini irit bicara. "Dia tadi sambil marah-marah," cetus salah seorang Polantas saat mendampingi pemotongan knalpot.
Sementara itu, Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Leo Joko Triwibowo mengatakan, razia penertiban knalpot tidak standar ini digalakkan karena banyak keluhan dari masyarakat.
"Masyarakat banyak mengeluh terkait dengan bisingnya kendaraan yang tidak menggunakan knalpot standar. Sehingga, Satlantas Polresta Pontianak Kota melakukan penertiban," kata Leo usai menyaksikan pemotongan knalpot.
Ia menjelaskan, jumlah yang terjaring sebanyak 56 kendaraan berknalpot racing. Semua kendaraan langsung disita. Para pelanggar, kata Leo, wajib mengganti knalpot sepeda motornya dengan yang standar pabrik. Sementara knalpot racing harus dimusnahkan dengan cara dipotong oleh pemiliknya.
"Untuk membelikan efek jera, barang bukti knalpot racing akan kami sita. Kemudian, dimusnahkan oleh pemiliknya. Dari pada masyarakat berpikiran negatif kepada kami, menganggap banyak mendapat knalpot dan bisa dijual ke daerah lain, ya sudah, saya minta kerelaan hati kepada mereka yang terjaring, untuk musnahkan sendiri di depan kita. Biar tidak ada kalimat-kalimat negatif kepada kami," katanya.
Selain itu, para pengendara dikenakan sanksi penilangan. Karena pengendara melanggar Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM
-
Dari PMI Jadi Pengusaha, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei
-
Bantu PMI Kelola Keuangan di Taiwan, Inovasi BRImo Raih Penghargaan IDX Channel 2026
-
DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026, Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan