SuaraKalbar.id - Tim gabungan gabungan Satpol PP Kota Pontianak, Polsek Pontianak Selatan dan Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar mengungkap dugaan prostitusi online yang dilakukan pelajar, pada Jumat (12/2/2021).
Dalam penggerebekan salah satu kamar hotel di Jalan Sultan Abdurrahman, Pontianak Selatan itu, tim gabungan berhasil mengamankan dua pasangan yang diduga merupakan penyedia dan pembeli layanan seks.
Mereka adalah Vs yang berusia 17 tahun dan Dr berusia 16 tahun. Kedua perempuan penyedia jasa ini merupakan pelajar di salah satu SMA dan SMK di Kota Pontianak. Kemudian dua pria dewasa yang menggunakan jasa adalah Dn dan Kv.
Dalam penggerebekan ini, ada hal yang membuat geleng-geleng kepala lantaran Vs berdalih sedang belajar bersama temannya dalam kamar itu.
Ia langsung memeluk buku pelajaran yang memang sudah disiapkan. Padahal, mereka ketangkap basah sedang berpasang-pasangan dalam satu kamar.
"Kamu jangan bohongi kami. Kalian ini berpasang-pasangan. Kamu kan di bawah umur," ucap Kanit Reskrim Polsek Pontianak Selatan, Iptu Hulman Manurung membantah dalih Vs.
Ternyata Vs bukan orang baru dalam prostitusi online ini. Karena, petugas sudah lama mendalami nama Vs sehingga dalih yang dikemukakan saat diamankan, tidak langsung dipercayai petugas.
Komisioner KPPAD Kalbar, Alik R Rosyad pun membenarkan hal itu. "Terbukti memang anak ini (Vs) bukan nama yang baru bagi kami, karena kami sudah mengidentifikasi selama ini. Dan, baru ini kita bisa menangkap basah," terangnya, Sabtu (13/2/2021).
Alik mengatakan, memang Vs dan Dr secara de facto dan tertulis bahwa mereka adalah pelajar di salah satu SMA dan SMK negeri di Kota Pontianak.
Baca Juga: Satu Keluarga Dibantai di Pontianak Perut Sobek 17 Cm, Pisau Tertancap
"Statusnya pelajar. Tentu kami akan melakukan langkah-langkah pendampingan dan koordinasi ke pihak sekolah agar lebih waspada dan bisa meningkatkan pembinaan ke murid-muridnya," ujar Alik.
Lanjut Alik mengatakan, hasil pemantauan KPPAD memang menyimpulkan bahwa Vs sudah lama terjun ke dunia ini. Bahkan diduha sebelum pandemi Covid-19. Vs pun disebut pernah diamankan sebelumnya, namun berhasil kabur.
"Dulu sempat diamankan lalu kami lakukan pembinaan di rumah perlindungan, tapi dia kabur," beber Alik.
Saat ini, kata Alik, anak yang terlibat dalam kenakalan ini masih diamankan di rumah aman milik pemerintah. Di sana, mereka akan diberi pendampingan dan pembinaan agar menjadi baik.
"Sudah tentu harus kita panggil orang tuanya untuk juga diberikan beban tanggung jawab agar meningkatkan pengawasan dan perhatian kepada anak-anak mereka, agar tidak terlibat lagi nantinya pada kegiatan-kegiatan seperti ini," kata Alik.
Ia menceritakan, penggerebekan ini bermula saat pihaknya mendapat informasi bahwa ada dua pasangan sedang mengkonsumsi narkoba jenis pil ekstasi sejak pada Kamis malam.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
Terkini
-
Kebakaran di Nanga Pinoh di Momen Lebaran 2026, Sejumlah Bangunan Hangus Terbakar
-
Waspada! Potensi Hujan Sedang di Kalbar Hingga Akhir Maret 2026
-
Jangan Langsung Dicuci! Ini Cara Merawat Baju Olahraga Agar Tetap Awet dan Tidak Bau
-
5 Tanda Anak Kekurangan Protein yang Sering Tidak Disadari, Orang Tua Harus Tahu!
-
Antrean BBM Panjang di Pontianak, Warga Sudah Resah: Benarkah Tidak Langka?