SuaraKalbar.id - Mobil dinas kehutanan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Putussibau Utara, wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dibakar orang tak dikenal pada Sabtu (13/2/2021).
Mobil KPH dibakar saat pertugas melaksanakan patroli di Nanga Awin dan Sibau Hulu, lokasi diduga tempat pembalakan liar alias illegal logging di Kapuas Hulu.
Kasus tersebut diusut olh Satreskrim Polres Kapuas Hulu. Namun hingga kekinian, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus illegal logging maupun pembakar mobil KPH Putussibau.
"Kami masih menunggu saksi ahli untuk penetapan tersangka, belum bisa hadir karena masih ada kegiatan," ujar kepada Antara, di Putussibau, Senin (15/3/2021).
Ia mengatakan apabila saksi ahli sudah memberikan keterangan bisa dinaikkan status tersangka, maka akan dilaksanakan gelar perkara untuk penetapan tersangka.
"Proses hukum tetap berjalan, kami tinggal menunggu saksi ahli salah satunya dari Badan Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH)," ucap Imam.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kapuas Hulu Utara Mardiansyah berharap proses penanganan kasus dugaan "illegal logging" dan kebakaran mobil dinas petugas kehutanan segera ada kejelasan hukum.
"Kami inginkan persoalan itu segera tuntas, baik dugaan 'illegal logging' maupun persoalan kebakaran mobil dinas kami, jika terbakar apa penyebabnya dan kalau dibakar siapa pelakunya," kata Mardiansyah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Sering Belanja di Malaysia? Ini Barang Elektronik yang Bisa Dibawa Masuk lewat Entikong Tanpa Biaya
-
Daya Beli dan Industri Menjaga Ekonomi Kalbar Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
BPR Pontianak Disebut Garda Terdepan UMKM, Mengapa Banyak Usaha Kecil Masih Sulit Naik Kelas?
-
Seleksi Mandiri UNTAN 2026: Jadwal, Biaya Pendaftaran, Syarat, dan Link Daftar Lengkap