SuaraKalbar.id - Ratusan perusahaan China disebut-sebut bakal masuk ke Kalimantan Barat (Kalbar) untuk investasi milaran dolar.
Ini merupakan target baru kerjasama antara Indonesia dan China di bidang perdagangan.
Pemerintah menargetkan perdagangan dengan China naik tiga kali lipat dalam tiga tahun ke depan. Salah satunya dengan membuka peluang China berbisnis di Kalbar.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dalam konferensi pers virtual bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohr di Wuyi, Fujian, China, Jumat (3/4/2021).
Ia menyampaikan sejumlah hal hasil pertemuan dengan Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
"Pertama adalah target baru dalam tiga tahun ke depan di mana kita akan meningkatkan tiga kali lipat perdagangan kedua negara dari 31 miliar dolar AS pada saat ini menjadi 100 miliar dolar AS pada tahun 2024," ujar M Lutfi seperti dikutip dari Antara.
Lutfi juga menambahkan, poin kedua adalah kedua negara akan mendalami lagi kesepakatan kerjasama perdagangan yang sudah ditandatangani sejak tahun 2011 yakni Bilateral Economic and Trade Cooperation (BETC) menjadi Trade and Investment Framework Agreement (TIFA).
"TIFA ini akan menjadi jenjang ke yang lebih tinggi, kemungkinan kita akan membicarakan untuk memperdalam kegiatan perdagangan kedua negara dengan skema Comprehensive Economic Partnership Agreement atau CEPA," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, lanjut dia, kedua belah pihak juga sempat membicarakan low hanging fruit dalam rangka memperbaiki neraca perdagangan kedua negara.
Baca Juga: Resmikan Tol JORR II, Jokowi: Infrastruktur Keunggulan Menarik Investasi
"Jadi saya bisa melaporkan bahwa tadi setelah kita menyepakati setidaknya lima perusahaan (Tiongkok) yang akan mengimpor sarang burung walet dari Indonesia lebih dari 1,13 miliar dolar AS, dan juga ditambah dengan ekspor serta investasi untuk produk furnitur dari Shandong Wood and Furniture dengan jumlahnya lebih dari 200 juta dolar AS," kata Mendag M Lutfi.
Selanjutnya, investasi yang mendatangkan 150 perusahaan Tiongkok di Kalimantan Barat yang mana akan mempekerjakan lebih dari 3.000 pekerja, dan ini total investasinya 1,38 miliar dolar AS.
"Saya menyampaikan terima kasih kepada ibu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, karena dengan kerjasama ini kita akan memperbaiki bukan saja neraca perdagangan namun juga hubungan baik ekonomi antara kedua negara," ujar M Lutfi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
Terkini
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut