SuaraKalbar.id - Menyusul adanya aktivitas penambangan emas, warga Dusun Tanjung Priok, Desa Inggis, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Kalimantan mengambil sikap.
Warga menolak adanya penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah mereka.
Penolakan itu disampaikan dalam rapat yang digelar aparat desa, tokoh masyarakat, pihak BPD dan penambang emas di Balai Dusun Tanjung Priok, Senin (6/4/2021) malam.
Dalam kesempatan itu, perwakilan warga menyampaikan alasan mengapa mereka menolak aktivitas tambang emas.
Setidaknya ada dua alasan krusial yang menjadi pertimbangan keputusan.
"Beberapa alasan penolakan warga ada dua, alasan geografis dan sosial,” ungkap Kepala Desa Inggis, Sunardi seperti dikutip dari Suarakalbar.co.id (jaringan Suara.com).
Ia membeberkan untuk alasan geografis meliputi potensi tanah longsor, tumbangnya pohon di pinggir sungai, lokasi yang mendekati permukiman warga serta pencemaran limbah.
“Sedangkan alasan sosialnya dikhawatirkan adanya perselisihan warga dengan para pengurus, dan adanya gejolak, pertikaian di masyarakat," sambungnya.
Lebih lanjut, Sunardi menerangkan dalam rapat itu diperoleh kesepakatan warga Dusun Tanjung Priok menolak aktivitas PETI.
Baca Juga: Tolak Tambang Emas Trenggalek, Emil Dardak: Saya Berusaha Melindungi Rakyat
Berita Acara (BA) rapat tersebut ditandantangani langsung Kades Inggis dan BPD Desa Inggis, Jamil Han.
Selanjutnya, hasil rapay akan ditembuskan kepada Bupati, Kapolres, Dandim dan Kajari Sanggau guna proses lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama
-
IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan
-
KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM
-
Dari PMI Jadi Pengusaha, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei