Scroll untuk membaca artikel
Husna Rahmayunita
Kamis, 22 April 2021 | 16:14 WIB
Ngabuburit menyusuri Sungai Kapuas, Pontianak.(Suara.com/Ocsya Ade CP)

Lambaian tangan dan telepon berkamera terlihat manakala kedua kapal saling berpapasan. Ya, mereka juga terlihat bergembira. Begitulah gambaran sederhana di Waterfront City.

SuaraKalbar.id mencoba mengikuti perjalanan kapal menyusuri Sungai Kapuas sambil menunggu berbuka puasa. Untuk naik kapal ini, cukup bayar Rp15 ribu untuk orang dewasa. Kalau anak-anak, cukup bayar Rp10 ribu. Kadang, tidak dipungut bayaran.

Di kapal wisata ini juga terdapat kantin yang menyediakan makanan dan minuman. Ini bisa jadi alternatif pilihan untuk berbuka puasa jika pengunjung tidak membawa takjil.

Sesthya Wara Winnia salah satu pengunjung mengatakan, ia memang sengaja membawa anak-anaknya untuk menikmati sore sambil ngabuburit dengan menyusuri Sungai Kapuas.

Baca Juga: Petaka Tradisi Ngabuburit di Jalur Kereta Api, Dua Bocah Madiun Tewas

"Sudah sering. Karena memang asyik menghabiskan waktu dan memanjakan mata dengan menyusuri sungai pakai kapal ini," ujar perempuan yang tahun ini genap usia 30 tahun.

Sesthya di kapal bercat cokelat ini bersama suami dan dua anaknya yang masih berusia empat dan satu tahun. Keluarga ini duduk di bagian atas dan pinggir kapal.

Si suami juga terlihat sedang asyik mengabadikan foto keluarganya dengan latar Masjid Jami, Jembatan Kapuas I, kapal-kapal dan kehidupan di pinggir sungai.

Warga Kabupaten Kubu Raya (tetangga Pontianak) ini melanjutkan, panorama dan aktivitas masyarakat di pinggiran sungai menjadi suguhan pemandangan tersendiri yang bisa dinikmati menggunakan kapal. Berbeda sebelum ada pembangunan dari pemerintah setempat.

"Mudahan di tempat saya (Kubu Raya) juga begini. Jadi tidak perlu jauh-jauh ke kota," harapnya.

Baca Juga: Daop Madiun Catat 2 Kali Bocah Tertabrak Kereta Saat Ngabuburit di Tepi Rel

Juru parkir di kawasan ini sebelumnya juga sempat diwawancara. Ia mengatakan, Waterfront City ini tidak pernah sepi meski pandemi. Kecuali hujan, maka tak satu pun pengunjung yang bertahan.

Load More