SuaraKalbar.id - Lantunan lagu jadul terdengar di salah satu sudut ruko pasar tengah di bilangan jalan Tanjung Pura, Pontianak, Kalimantan Barat.
Lokasi ini merupakan surga bagi para penikmat musik sekaligus pecinta kaset pita yang ingin bernostalgia dengan 'era lama'.
Sejumlah lemari menampung ribuan kaset-kaset pita yang siap dijual. Lagu- lagu tembang tempo dulu menghiasi sekian ribu kaset-kaset itu, sebut saja lagu dari A Rafiq salah satunya.
Di era digital sekarang ini, rupanya pamor dari kaset pita tak memudar. Hal ini dibuktikan dari sejumlah toko yang masih eksis menjual kaset tempo dulu di Pontianak.
Salah satunya adalah Ami Sahid yang mulai berjualan sejak 1992 hingga kini.
"Berjualan sudah sejak 30 tahun yang lalu. Awalnya barang-barang kuno, saya coba juga jualan kaset-kaset pita ternyata banyak peminatnya," katanya kepada Suara.com, Sabtu (25/06/2022).
Bagi anak 80an pasti tidak asing dengan kaset pita yang biasa diputar menggunakan perangkat radio tape. Hal yang masih familiar di ingatan yakni memutar pita kaset secara manual dengan jari maupun pulpen untuk mengembalikan ke awal lagu.
"Kasetnya ada yang dari 80an, 70an. 1 kaset harganya 10 ribu saya jual," katanya.
Koleksi album yang ia jajakan didominasi oleh album dari lagu-lagu Indonesia tahun 1970an. Namun, ia tak menyangkal jika yang paling banyak diburu pun berasal dari barat.
Baca Juga: 5 Manfaat Mendengarkan Musik yang Dapat Meningkatkan Kecerdasan
"Dari indonesia, seperti Koes Plus, A Rafiq, Oma Irama masih orkes melayu, sama beberapa lagu orkes melayu. Kalau untuk lagu barat ada juga, biasa anak-anak muda yang cari lagu itu untuk jadi koleksi," ujarnya.
Di tengah zaman dengan kecanggihan teknologi ini, Ami Sahid masih percaya sekelompok orang dan pelanggan setia akan tetap menjadi pembeli di kiosnya.
"Saya juga membeli kalau ada yang jual ke sini. Biasa yang bawa dari kampung, meski sekarang saya percaya tetap ada mangsa pasarnya. Biasa ada yang cari lagu-lagu lama sampai sekarang," katanya lagu.
Tidak bisa dipungkiri, perkembangan teknologi membawa perubahan pada banyak industri pada era sekarang ini.
Jika dulu orang memutar musik menggunakan mini compo, tape deck atau pemutar musik portabel, seiring berkembangnya jaman, sekarang sudah bisa memutarnya dalam sekali sentuh lewat aplikasi pada Handphone berbasis android atau Ios.
"Masih adalah yang simpan tape, sampai sekarang masih ada yang beli, meskipun tak seramai dulu," ungkapnya.
Berita Terkait
-
5 Manfaat Mendengarkan Musik yang Dapat Meningkatkan Kecerdasan
-
aespa Dikonfirmasi Akan Tampil di Acara 'Jimmy Kimmel Live!' dalam Waktu Dekat
-
Video Musik "LALISA" Lisa BLACKPINK Berhasil Capai 500 Juta Views di YouTube
-
Potret Masa Muda Istri Ridwan Kamil Sebelum Berhijab Tuai Sorotan
-
Ujungberung Rebel dari Underground Menuju Tradisi
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
OJK Hentikan 2.263 Entitas Pinjaman Online Ilegal
-
4 Cushion Lokal dengan Hasil Setara Foundation Cair Mahal, Praktis dan Ramah di Kantong
-
OJK Terbitkan Aturan Teknologi Informasi Perkuat Keamanan Digital BPR dan BPR Syariah
-
Heboh! Pelajar SMP Diduga Pesta Narkoba di Ruang Kelas Sekolah
-
Banjir Rob Kalimantan Barat Picu Ancaman Hewan Liar Masuk Permukiman, Warga Diminta Waspada