SuaraKalbar.id - Satuan Tugas Informasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat mengungkapkan bahwa luas lahan terbakar di Kalbar sepanjang Januari - Juli 2023 telah mencapai 5.768,73 hektare.
Kebakaran tersebut tersebar di 14 kabupaten atau kota di Kalbar.
"Luas kebakaran hutan dan lahan dihitung berdasarkan analisis citra satelit landsat 8 OLI/TIRS yang di overlay dengan data sebaran hotspot, serta laporan hasil groundchek hotspot dan laporan pemadaman yang dilaksanakan Manggala Agni," ujar Ketua Satgas Daniel di Pontianak, Selasa (1/8/2023).
Lebih lanjut Daniel menjelaskan bahwa Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, dan Sambas menjadi penyumbang kebakaran lahan terluas di Kalbar.
Dirinya merinci, luas kebakaran lahan yang terjadi di tiga Kabupaten tersebut, yakni Kubu Raya 1.481,24 hektare, Ketapang 1.453,90 hektare dan Sambas 1.155,67 hektare.
Sedangkan untuk tiga kabupaten atau kota yang terendah yakni di Kabupaten Sekadau 5,95 hektare, Kota Pontianak 14, 79 hektare dan Kabupaten Kapuas Hulu 47,38 hektare.
Dirinya menegaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan pelaksanaan patroli baik darat maupun udara dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar.
"Untuk optimalisasi pelaksanaan patroli darat kami melibatkan semua unsur instansi terkait termasuk TNI/Polri, masyarakat dan lainnya untuk mengawasi daerah yang berpotensi rawan terjadi karhutla. Untuk patroli udara dikendalikan Satgas Udara," katanya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan reaksi cepat melalui Tim Reaksi Cepat dan water boombing di lapangan.
Daniel mengatakan bahwa BPBD juga mengaktifkan dan memobilisasi kelompok masyarakat dan Desa Tangguh Bencana serta memasang spanduk ajakan dan himbauan untuk tidak membakar hutan dan lahan dan penyebaran pamflet tentang bahaya bencana asap.
Berita Terkait
-
Miris! Ayah di Kubu Raya Cabuli Anak Selama 4 Tahun Gegara Ketagihan Film Porno, Warganet: Kebiri Tanpa Bius!
-
Berjarak 25 Tahun, Remaja Pria asal Sambas Menikah dengan Wanita Paruh Baya
-
Seorang Karyawan Pabrik di Kubu Raya Tewas Tergiling Mesin Conveyor
-
Detik-detik Warga Selamatkan Wanita Pekerja Kebun Sawit di Ketapang yang Diterkam Buaya
-
Karhutla Siak, Manggala Agni: Sudah Tiga Kali Lakukan Pemadaman di Lokasi Sama
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM
-
Dari PMI Jadi Pengusaha, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei
-
Bantu PMI Kelola Keuangan di Taiwan, Inovasi BRImo Raih Penghargaan IDX Channel 2026
-
DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026, Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan
-
Kemenhut Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging di Kalteng Setelah 3 Bulan Buron