Sempat beredar kabar bahwa sebelum terjadinya pengeboman sejumlah siswa bahkan antusias dengan kehadiran pesawat di langit-langit Pontianak dan tidak menyangka akan terjadi pengeboman. Rikaz menduga hak itu benar terjadi karena pada masa tersebut pesawat tempur milik Belanda memang kerap melintas di langit sehingga hal-hal tersebut lumrah bahkan menjadi hiburan tersendiri bagi anak-anak sekolah dan tak menduga akan terjadi pengeboman.
Pemerintah kolonial sempat mengevakuasi para tokoh penting Belanda dan menawarkan tokoh penting Indonesia untuk berpindah tempat.
“Sebelum Desember 1941, pejabat penting Belanda di Pontianak, orang-orang Belanda atau orang pribumi yang dianggap berkelas mulai ditawarkan untuk ikut mengungsi atau dievakuasi. Pejabat Belanda entah resident, atau asisten resident, kemudian beberapa orang pribumi yang berkelas atas ditawari,” jelas Rikaz.
Meskipun demikian, beberapa tokoh penting pribumi seperti para Sultan dan Panembahan yang ditawarkan untuk dievakuasi tidak mengambil kesempatan tersebut dan tetap memilih bertahan di Pontianak.
Baca Juga: Mengenang Sejarah Pertempuran Rakyat Melawan Pasukan Belanda di Cangkringan
Selain berusaha mengevakuasi diri, Belanda juga sempat membuka lowongan bagi sejumlah penduduk untuk bergabung dengan mereka dalam memperkuat penjagaan di wilayah Pontianak pada tahun 1940 karena menyadari perang dunia II di tahun 1939 yang semakin mendekat.
Dalam melakukan penguasaan terhadap daerah selatan, termasuk di daerah Pontianak Hindia-Belanda, Jepang sendiri diketahui memiliki taktik yang disebut Operasi Gurita agar Belanda tidak mendapatkan bantuan dari luar dengan sebelumnya melakukan penyerangan terlebih dahulu di Pearl Harbour, Amerika, yang merupakan markas armada Pasifik Amerika pada 8 Desember 1941.
Lewat 11 hari penyerangan di Pearl Harbour, Jepang kemudian menyambangi daerah Hindia Belanda dan menjatuhkan bom dari sembilan kapal terbang yang mengudara di langit Pontianak.
Usai kejadian kapal terbang sembilan tersebut, beberapa masyarakat pribumi mencoba melakukan evakuasi mandiri untuk keluar dari Pontianak namun tidak membuat penurunan drastis jumlah penduduk.
Dampak paling berat akibat pengeboman tersebut adalah ekonomi penduduk karena merasa takut untuk berdagang dan akhirnya memilih menutup tempat mata pencaharian mereka.
Baca Juga: Chen EXO Rilis Album Jepang Pertama dan Segera Gelar 'CHEN JAPAN TOUR 2023'
Rikaz menduga, Jepang sebelumnya memang telah menargetkan Indonesia untuk menjadi salah satu daerah jajahan mereka demi mencari sumber daya alam dengan mengirim beberapa mata-mata yang menjadi pengusaha.
Berita Terkait
-
Mengenang Sejarah Pertempuran Rakyat Melawan Pasukan Belanda di Cangkringan
-
Chen EXO Rilis Album Jepang Pertama dan Segera Gelar 'CHEN JAPAN TOUR 2023'
-
Pratama Arhan Dikabarkan segera Menikah di Jepang dengan Anak Anggota DPR
-
NASA Konfirmasi Juli 2023 sebagai Bulan dengan Suhu Terpanas dalam Sejarah
-
Sejarah Hari Ini: Peringatan Gempa Bumi Valparaiso, Chile 1906
Tag
Terpopuler
- 8 Rekomendasi Mobil Bekas Murah Tipe MPV Mei 2025: 7-Seater Harga Mulai Rp30 Jutaan, Pajak Miring
- 3 Pihak Blak-blakan Beri Dukungan untuk Yuran Fernandes, Komdis PSSI Revisi Hukuman
- Rekomendasi 5 Mobil Bekas Murah Meriah untuk Ibu Muda yang Super Aktif! Mulai 65 Jutaan
- Olla Ramlan Resmi Umumkan Lepas Hijab: Pilihan Terbaik Bukan yang Bikin Kita Nyaman
- 10 Pemain Keturunan Bisa Dinaturalisasi Demi Timnas Indonesia Lolos Olimpiade 2028
Pilihan
-
Hasil BRI Liga 1: Semen Padang Imbang, Dua Degradasi Ditentukan di Pekan Terakhir!
-
Pantas Dipanggil ke Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Kirim Whatsapp Ini ke Ramadhan Sananta
-
BREAKING NEWS! Kaesang Pangarep Kirim Isyarat Tinggalkan Persis Solo
-
Danantara Mau Suntik Modal ke Garuda Indonesia yang 'Tergelincir' Rugi Rp1,2 Triliun
-
5 Pilihan HP Murah RAM Besar: Kamera 50 MP ke Atas, Baterai Tahan Lama
Terkini
-
Desa BRILiaN Hargobinangun Kelola Sampah Digital dan Pariwisata, UMKM Tumbuh Bersama BRI
-
SPMB 2025 Kota Pontianak, Ini Daftar Sekolah yang Buka Jalur Domisili untuk Siswa Luar Kota
-
Kalbar Akan Bentuk 2.038 Koperasi Merah Putih, Ini Syarat Untuk Jadi Anggota dan Raih Manfaatnya!
-
Pengundian Dilakukan Transparan, Para Pemenang Menerima Hadiah BRImo FSTVL 2024
-
Mengungkap Sejarah Suku Dayak, Dari Rumah Panjang Hingga Mitos Panglima Burung