- Warga Sungai Laur, Ketapang, menggerebek empat siswa SMP diduga mengonsumsi narkoba di ruang kelas.
- Polres Ketapang menangani kasus ini setelah pelimpahan dari Polsek setempat.
- Keempat siswa dinyatakan negatif narkoba setelah tes urine, namun wajib lapor berkala.
SuaraKalbar.id - Warga Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, dibuat geger dengan beredarnya video penggerebekan empat siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang diduga mengonsumsi narkoba di dalam ruang kelas.
Dalam rekaman yang beredar, sejumlah warga tampak memergoki empat pelajar berada di dalam ruang kelas sekolah. Di lokasi ditemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkotika.
Kasat Narkoba Polres Ketapang, Iptu Dewa Made Surita, menegaskan seluruh anak yang diamankan masih berstatus di bawah umur dan duduk di bangku SMP kelas IX.
“Benar, kami menerima limpahan penanganan dari Polsek Sungai Laur terkait empat anak sekolah yang diamankan warga karena diduga menggunakan sabu,” kata Dewa Made, melansir suarakalbar, Rabu, 7 Januari 2026.
Awalnya keempat siswa itu diamankan warga dan diserahkan ke Polsek Sungai Laur. Selanjutnya, kasus tersebut dilimpahkan ke Satresnarkoba Polres Ketapang. Seluruh proses pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan orang tua masing-masing.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal, polisi membawa keempat siswa tersebut untuk menjalani tes urine di RS Agusdjam Ketapang. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruhnya dinyatakan negatif dari zat narkotika.
“Berdasarkan hasil tes urine yang negatif, kami lakukan gelar perkara bersama Polsek Sungai Laur dan Satnarkoba Polres Ketapang. Anak-anak tersebut kemudian dikembalikan kepada orang tua,” ujarnya.
Meski demikian, polisi tetap mengambil langkah pencegahan. Keempat siswa diwajibkan melakukan wajib lapor secara berkala bersama orang tua sebagai bentuk pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
Terkait barang bukti, Dewa Made menyebut tidak ditemukan narkotika jenis sabu. Namun, polisi mengamankan sejumlah alat yang diduga digunakan, berupa bong, pipet, plastik klip, dan korek api.
“Barang bukti narkoba tidak ada. Informasinya, barang yang sempat dibeli ternyata palsu, sehingga hasil tes urine negatif,” katanya.
Berita Terkait
-
Presenter TV Sarah Khalifa Jadi Bos Narkoba Divonis Mati
-
Review Film Above and Below: Liburan Jadi Perang untuk Merebut Kendali
-
Tiru Inggris dan AS, RUU Perampasan Aset Bakal Sasar Bandar Narkoba Hingga Teroris
-
Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut
-
Operasi Gabungan Bongkar Pengiriman 800 Kg Ketamin di Kepri
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset
-
ASUS ExpertBook Ultra Diklaim Jadi Laptop Bisnis Flagship dengan AI 50 TOPS
-
Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja
-
Lima Perusahaan Kena Sanksi Karhutla Kalbar, Izin Dibekukan dan Wajib Pulihkan Lingkungan
-
BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun hingga Triwulan II 2026, UMKM Tetap Jadi Penopang Utama