SuaraKalbar.id - Sebanyak empat orang terduga pelaku pungutan liar (pungli) diamankan pihak kepolisian Polres Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) pada Kamis (9/11/2023) lalu.
Kapolres Mempawah AKBP Sudarsono melalui Kasatreskrim Iptu Robin Talib mengungkapkan bahwa operasi tangkap tangan terhadap para pelaku pungli tersebut dimulai di Jalan Profil Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, Mempawah.
Di tempat tersebut, seorang pelaku berinisial NA ditangkap karena kedapatan menarik pungutan liar terhadap para sopir truk pengangkut material tanah dan batu yang melewati Jalan Profil.
Selain mengamankan pelaku NA, dalam operasi tangkap tangan tersebut polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti.
"Menyita sejumlah barang bukti, terdiri atas uang tunai, pulpen, nota surat jalan, serta satu unit buku kecil warna putih yang berisikan catatan hutang angkutan,” kata Robin Talib.
Tim Saber Pungli Polres Mempawah yang dipimpin Robin kemudian bergerak ke Indomaret di Jalan Jurusan Pontianak-Sungai Pinyuh. Di lokasi tersebut, pihak kepolisian kembali mengamankan seorang pelaku pungli, yaitu juru parkir yang menari uang parkir kendaraan tanpa menggunakan karcis resmi dari Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Mempawah.
“Pelaku pungli ini berinisial AM. Ia kita amankan berikut barang bukti uang tunai,” kata Robin Talib.
Sementara itu, dua pelaku pungli lainnya berhasil diamankan di SPBU Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Pelaku pungli berinisial MA dan BW diketahui melakukan pungli terhadap para sopir truk yang sedang mengantre BBM jenis solar.
“Di SPBU Nusapati kami mengamankan dua pelaku berinisial MA dan BW yang melakukan pungli terhadap truk-truk pengantri BBM,” katanya.
Baca Juga: 5 Rumah Ludes Dilalap Api di Kubu Raya Kalbar
Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai dan catatan plat mobil truk yang menginap di depan SPBU Nusapati.
Para pelaku selanjutnya digelandang ke Polres Mempawah untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Tag
Berita Terkait
-
5 Rumah Ludes Dilalap Api di Kubu Raya Kalbar
-
Penyelundupan 10 Kilogram Sabu dan Ekstasi Berhasil Digagalkan di Sanggau Kalbar
-
85 Warga Singkawang Kalbar Terjangkit Demam Berdarah, Dua Meninggal
-
2 Oknum ASN Diduga Terlibat Kasus Korupsi Dana Bedah Rumah di Ketapang Kalbar
-
3 Sepeda Motor Rusak Usai Sebuah Mobil Tabrak Pagar SDN 14 Delta Pawan Ketapang Kalbar
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' di Tengah 177 Karhutla Palangka Raya, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
BRI KKB National Expo 2026 Raih Rekor MURI Setelah Digelar di 131 Lokasi
-
BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT
-
Hadapi Musim Kemarau, Kemenhut Periksa Kesiapan 4 Perusahaan Cegah Karhutla
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia