SuaraKalbar.id - Sidang putusan terkait kasus pembunuhan terhadap Sri Mulyani yang jasadnya ditemukan di Sambas digelar di Pengadilan Mahkamah Militer 1-05, Jenderal Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa (28/11/23) pagi.
Sebelumnya perempuan bernama Sri Mulyani ditemukan tewas di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Saat ditemukan, kondisi jasad Sri Mulyani hanya tinggal kerangka. Belakangan diketahui bahwa Sri Mulyani sengaja dibunuh oleh mantan tunangannya, oknum TNI berinisial Prada Y.
Setelah melewati proses panjang, terdakwa Prada Y akhirnya ditetapkan mendapatkan hukuman penjara seumur hidup atas aksi pembunuhan yang ia lakukan.
"Menyatakan terdakwa tersebut terbukti secara sadar dan yakin bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Mempidana terdakwa dengan pidana pokok penjara seumur hidup," ujar Hakim Ketua dalam persidangan tersebut.
Selain itu, Hakim Ketua turut menyebutkan bahwa terdakwa turut dipecat dalam dinas militer. Keputusan hakim lantas mendapatkan tepuk tangan dan sorak bahagia keluarga dan kerabat korban yang ramai menghadiri pengadilan.
Ning Diana, selaku kakak kandung korban mengaku ia cukup puas dengan keputusan yang disampaikan oleh hakim.
"Alhamdulillah. Itu udah bikin pihak keluarga cukup puas. Kami sangat berterima kasih kepada hakim dan orditur militer karena kami dari awal memang berharap pelaku dapat hukuman yang setimpal," ujar Ning Diana.
Meskipun secara sah hakim telah menetapkan putusan terkait hukuman penjara seumur hidup yang diberikan kepada terdakwa, pihak pelaku dan kuasa hukumnya diketahui sempat meminta untuk melakukan tindak 'pikir-pikir' dalam kurun waktu 7 hari mendatang.
"Ketentuan di per-UU yang berlaku, untuk putusan ini setiap pihak mempunyai hak untuk langsung menerima, menolak, dan diberikan waktu berpikir. Tapi apa bila dalam waktu 7 hari tidak menyatakan sikap, maka di hari ke-8 dianggap menerima. Jadi kalau mau menyatakan sikap harus dalam waktu 7 hari. Jadi keputusan ini belum BHT (Berkekuatan Hukum Tetap) ya, masih dapat diajukan upaya hukum. Nanti kita lihat apakah ada yang diajukan upaya hukum," ujar Mayor Chk Agus Sulistyo, selaku Hakim Juru Bicara.
Baca Juga: Driver Ojol Curhat, Antar Pasien ke RS Kota Pontianak Harus Bayar Parkir: Padahal Gak Nyampe 2 Menit
Terkait hukuman seumur hidup yang dijatuhkan pada terdakwa, Agus menegaskan bahwa Prada Y akan menghabiskan sisa hidupnya di penjara jika tidak mendapatkan remisi selama masa penahanan.
"Seumur hidup ya seumur dia hidup gitu. Dengan dia menghabiskan sisa hidupnya di penjara. Nanti itu bisa mendapatkan remisi, itu bisa berubah dari seumur hidup berubah jadi 20 tahun, terus abis itu berkurang-berkurang. Itu berdasarkan kelakuan dia di penjara. Tapi kalau gak mendapatkan remisi, yaudah dia menghabiskan masa hidupnya disana. Bukan seumur dia hidup, misal umur dia 20 tahun, berarti 20 tahun dipenjara. Tidak begitu," tambah Agus Sulistyo.
Kontributor : Maria
Berita Terkait
-
Driver Ojol Curhat, Antar Pasien ke RS Kota Pontianak Harus Bayar Parkir: Padahal Gak Nyampe 2 Menit
-
Ketum HMI Pastikan Rombongan Liar dari Sulawesi Tetap di Pontianak hingga Kongres Selesai: Kami Bukan Mau Mengganggu Ya
-
Viral Video Massa Kongres HMI Injak Nasi Kotak Pemberian Polda Kalbar, Kapospam: Tidak Benar
-
Akan Dibuka Jokowi, Massa Kongres HMI di Pontianak Malah Rusuh: Maka Jangan Salahkan Kami ....
-
Rombongan Liar Kongres HMI di Pontianak Rusuh, Protes soal Fasilitas Hingga Ancam Lakukan Aksi Besar-besaran
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Viral Video Tak Senonoh Tayang di Videotron Pemkab Melawi, Begini Dugaan Penyebabnya
-
Mantri BRI Buka Akses Perbankan hingga Pegunungan Toraja
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Pasang Rating BBRI Jadi Overweight, Ini Alasan JPMorgan Berikan Sinyal Positif
-
BRI Perkuat UMKM Eks Pekerja Migran Indonesia Lewat KUR dan Pelatihan Purna Migran