SuaraKalbar.id - Partisipan atau rombongan liar Kongres HMI dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi barat dipastikan akan tetap berada di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, hingga rangkaian kegiatan Kongres selesai.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Raihan Ariatama saat ditemui di pos keamanan Asrama Haji, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Sabtu (25/11/2023) siang.
"Tetap stay sampai tanggal 29," ujar Raihan kepada suara.com, Sabtu.
Raihan menyadari bahwa massa dari kader HMI yang datang ke Pontianak memiliki jumlah yang cukup besar. Dirinya menegaskan bahwa kedatangan para kader ke Pontianak hanya untuk memeriahkan kegiatan Kongres, bukan untuk mengganggu masyarakat.
"Kita berkegiatan disini agak ramai, jadi mungkin masyarakat Kalimantan Barat agak kaget. Tapi kami bukan mau mengganggu ya, kami ingin memeriahkan saja kongres ini," ujarnya.
Raihan menyebutkan bahwa kehadiran HMI di Pontianak bisa menjadi sahabat bagi masyarakat Kalimantan Barat. Dirinya berharap HMI dan masyarakat Kalbar dapat saling menghargai dan menghormati.
"Pada intinya kami datang ke kalbar untuk kongres yang utama, kemudian untuk bersilahturahmi dengan masyarakat Kalbar, dan kami ingin bersahabat. Jadi kami berharap semua bisa saling menghargai, menghormati, karena sama-sama bersahabat," jelasnya.
Selain itu, Raihan menerangkan hingga saat ini masih terdapat sejumlah rombongan HMI dari Kaltim yang akan datang ke Pontianak. Rombongan tersebut dijadwalkan akan tiba pada tanggal 27 November 2023 mendatang.
"Semua daerah (berkumpul) disini ya, jadi mungkin beberapa teman-teman datang juga kesini. Ada yang sudah sampai, ada yang masih dalam perjalanan," katanya pula.
Baca Juga: Viral Video Massa Kongres HMI Injak Nasi Kotak Pemberian Polda Kalbar, Kapospam: Tidak Benar
Melalui pantauan SuaraKalbar.id, Ketum HMI yang didampingi oleh Ketum Kohati terlihat turut memantau suasana tempat penampungan sejumlah kader yang saat ini tengah menetap di Asrama Haji Pontianak.
Sebagai informasi, Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-32 dan Musyawarah Nasional ke-25 Kohati digelar di Pontianak, Kalimantan Barat mulai dari 24 hingga 29 November 2023.
Kapolda Kalbar, Pipit Rismanto mengatakan kegiatan tersebut akan dihadiri oleh sekitar 4 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Adapun rangkaian acara dalam kegiatan tersebut mencakup kongres, forum, seminar, dialog, orasi besar, pidato ilmiah, dan kunjungan wisata di berbagai lokasi di Pontianak dan sekitarnya.
Kontributor : Maria
Tag
Berita Terkait
-
Viral Video Massa Kongres HMI Injak Nasi Kotak Pemberian Polda Kalbar, Kapospam: Tidak Benar
-
5 Artis Terkenal Asal Kalbar, Ada yang Lahir di Landak
-
Miris! Massa Kongres HMI Diduga Injak Nasi Kotak Pemberian Polda Kalbar
-
Akan Dibuka Jokowi, Massa Kongres HMI di Pontianak Malah Rusuh: Maka Jangan Salahkan Kami ....
-
Rombongan Liar Kongres HMI di Pontianak Rusuh, Protes soal Fasilitas Hingga Ancam Lakukan Aksi Besar-besaran
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama
-
IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan