SuaraKalbar.id - Kedatangan sejumlah massa dari DPD KNPI Kota Singkawang, Aliansi Masyarakat Kota Singkawang dan sejumlah ormas lainnya nyaris diwarnai keributan pada Senin (11/12/2023). Kedatangan mereka di halaman Kantor Wali Kota Singkawang itu, dalam rangka menolakan pemasangan ornamen naga di pagar Halaman Kantor Wali Kota Singkawang yang saat ini sudah dilepas.
“Tuntutan kami agar tidak ada ornamen di pagar Halaman Kantor Wali Kota Singkawang,” ujar Tahyat, satu diantara pengunjuk rasa, mengutip SUARAKALBAR.CO.ID, jaringan Suara.com, Senin.
Kedatangan mereka langsung diterima Pj Wali Kota Singkawang, Sumastro dan Ketua DPRD Kota Singkawang Sujianto di ruang kerja Pj Wali Kota Singkawang Sumastro. Namun, disaat bersamaan akan dilangsungkan juga Rapat Paripurna DPRD Kota Singkawag dalam rangka pengucapan sumpah/janji Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kota Singkawang.
Sumastro lalu meminta waktu agar dijeda pertemuannya dengan kelompok pengunjuk rasa sementara waktu setelah selesai pelantikan anggota PAW DPRD Kota Singkawang. Namun kelompok pengunjuk rasa tidak menghendaki ada jeda pertemuan.
Suasana makin memanas ketika Hariyanto, dari MPI KNPI Singkawang meminta agar mengutamakan pertemuan ketimbang Rapat Paripurna yang menurutnya bisa ditunda.
“Rapat paripurna itu bisa ditunda,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Singkawang Sujianto meminta agar pengunjuk rasa juga menghormati Forkompimda Kota Singkawang dan undangan yang sudah menanti pelantikan Anggota PAW DPRD dari Partai Hanura tersebut.
Adu mulut pun tak terhindari antara Hariyanto dan Ketua DPRD Kota Singkawang Sujianto dan Pj Wali Kota Singkawang.
“Kita minta hormati kelembagaan DPRD ini,” kata Sumastro.
Baca Juga: Disebut Masuk Daftar Kota Wisata Prostitusi di Indonesia, Begini Kondisi Singkawang Sekarang
Perwakilan pengunjuk rasa akhirnya mengalah dan setuju meskipun dengan berat hati untuk menunda aksi mereka.
Sebelumnya, yakni Sabtu (9/12) sejumlah warga melakukan aksi penolakan pemasangan simbol yang mewakili etnis tertentu di pagar di Kantor Wali Kota Singkawang.
Ketua Cabang Pemuda Muslimin Indonesia, Ihsyan Sutrisno mempertanyakan pagar gedung milik pemerintah kota Singkawang yang dipasangi oleh simbol yang mewakili etnis tertentu. Menurutnya, bangunan milik pemerintah harus mencerminkan sikap nasionalisme yang tidak mengarah pada satu kelompok tertentu.
“Seharusnya gedung milik pemerintah dan atribut yang berkaitan dengan milik pemerintah harus menggambarkan DNA yang mencerminkan sikap nasionalisme dan toleransi yang menerapkan egaliter,” ujar Ihsyan, masih melansir SUARAKALBAR.CO.ID.
Menurut dia, Sumastro harusnya bersikap negarawan dalam menyikapi segala hal terkait, termasuk soal simbol-simbol seperti gambar naga yang dipasang di pagar milik kantor walikota.
“Maka hal tersebut terkesan mencerminkan tidak sama rata karena yang kita ketahui bahwa Singkawang terdapat 17 etnis . Karena seorang Pj haruslah bersikap toleransi atas semua aspek yang berhubungan dengan kebijakan publik,” katanya.
Berita Terkait
-
Kasus DBD di Singkawang Capai 85 Orang Hingga November, 2 Orang Meninggal Dunia
-
Sembilan PMI Asal Singkawang Berhasil Dipulangkan dari Myanmar, Sempat Dipukul, Ditampar Hingga Disetrum
-
Memanas, Anggota DPRD Singkawang Susi Wu Dinilai Mencemarkan Nama Baik Tjhai Chui Mie, PDIP Lapor Polisi
-
Viral Video Anggota DPRD Marah dan Maki Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie karena Rumah Terendam Banjir
-
Tjhai Chui Mie Meradang Singkawang Disebut Kota Wisata Prostitusi: Dia Harus Minta Maaf!
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
7 Alasan Orang Pontianak Betah Nongkrong di Warkop Seharian, Tradisi yang Bikin Pendatang Kaget
-
7 Jajanan Tradisional Pontianak yang Mulai Langka, Ada Batang Burok yang Bikin Nostalgia
-
7 Kedai Kopi Lokal Paling Hits di Singkawang 2026, Ada yang Legendaris Sejak 1955
-
7 Bakso dan Mie Viral di Pontianak 2026, Nomor 4 Jadi Favorit Kuliner Malam
-
Proyek Harita Group Dikebut, Kayong Utara Bersiap Jadi Pusat Industri Alumina dan Aluminium