SuaraKalbar.id - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat (Kalbar) Rita Hastarita mengatakan tahun 2024 ini pihaknya akan kembali membangun 10 Unit Sekolah Baru (USB) untuk jenjang pendidikan SMA/SMK pada beberapa wilayah di provinsi itu.
"Tahun ini akan ada pembangunan 10 USB untuk jenjang SMA/SMK di Kalbar. Ini kami lakukan sebagai langkah strategis untuk mewujudkan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di daerah ini," kata Rita di Pontianak, Minggu 3 Maret 2024.
Adapun 10 USB tersebut terdiri atas enam SMA yaitu SMAN 2 Bonti di Sanggau, SMAN 2 Ketungau Hulu di Sintang, SMAN 4 Ketungau Tengah di Sintang, SMAN 4 Kubu di Kubu Raya, SMAN 5 Kubu di Kubu Raya dan SMAN 5 Sungai Kakap di Kubu Raya.
Sedangkan untuk pembangunan SMK sebanyak empat unit yaitu SMKN 1 Silat Hulu, SMKN 1 Ambalau, SMKN 1 Ketungau Hilir, dan SMKN 1 Teluk Pakkedai.
Pembangunan sekolah baru itu, kata dia, diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang lebih luas serta meningkatkan standar mutu pendidikan bagi masyarakat setempat.
Salah satu tujuan utama dari pembangunan sekolah baru, lanjutnya, untuk menciptakan pemerataan pendidikan di berbagai wilayah di Kalbar dan terjadi distribusi pendidikan yang lebih merata, sehingga tidak hanya wilayah perkotaan yang mendapat prioritas, tetapi juga wilayah pedesaan dapat menikmati akses pendidikan yang sama.
"Seperti yang kita ketahui bahwa pemerataan pendidikan merupakan landasan utama dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat serta mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi antar wilayah," tuturnya.
Selain itu pembangunan SMA dan SMK baru tersebut, kata dia, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Dengan memperluas jangkauan sekolah-sekolah, diharapkan akan terjadi peningkatan akses terhadap fasilitas pendidikan yang lebih baik, seperti laboratorium, perpustakaan, dan sarana olahraga.
Ia mengatakan pembangunan unit-unit sekolah baru ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam meningkatkan layanan pendidikan di Kalbar.
Baca Juga: Petugas Bea Cukai Kalbagbar Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp5,7 Miliar! Ada Apa Saja?
"Dengan adanya penambahan sekolah, diharapkan akan terjadi peningkatan aksesibilitas pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat serta terciptanya generasi yang lebih berkualitas dan siap bersaing di era global," kata Rita. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM
-
Ribuan Ekstasi dari Jaringan Malaysia Dimusnahkan di Kalbar, Dua Pria Terancam Hukuman Mati
-
Promo Long Weekend Mei 2026, Bebelac hingga MamyPoko di Indomaret Jadi Andalan Hemat Keluarga
-
Kalimat Terakhir SMAN 1 Pontianak usai Polemik LCC Viral Bikin Publik Tersentuh
-
Sudah Viral karena Protes Juri, SMAN 1 Pontianak Kini Justru Tolak Lomba Ulang LCC