Bella
Kamis, 04 April 2024 | 21:37 WIB
Rute kereta cepat Trans Borneo. (Instagram/@goodstats.id)

SuaraKalbar.id - Viral perusahaan kontruksi asal Brunei, Brunergy Utama SDN BHD umumkan rencana proyek kereta cepat Trans Borneo Railways.

Kabar tersebut diketahui beredar usai di umumkan oleh perusahaan tersebut lewat situs webnya dan dikutip ulang oleh sejumlah akun media sosial salah satunya oleh goodstats.id pada Selasa (03/04/2024) siang.

"Baru-baru ini, perusahaan asal Bruni mengklaim tengah menggodok rencana membangun kereta cepat dengan Malaysia dan Indonesia yang menghubungkan Sabah, Sarawak, Brunei, dan wilayah Indonesia di Kalimantan," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Brunergy Utama dikabarkan rencananya akan membuat proyek dengan kecepatan kereta setinggi 300-350 km/jam dengan panjang lintasan yaitu 1.620 km.

"Proyek ini dilaporkan menelan biaya sekitar US$70 miliar atau sekitar Rp 1.114 triliun," tambah keterangannya.

Nantinya, ini akan memiliki empat terminal dan dua empat stasiun dengan masing masing jarak 150 km, dengan terminal pusat berada di distrik Tutong, Brunei.

Mengutip dari malaymail, proyek ini akan dilaksanakan dalam dua fase, yaitu pada fase pertama akan menghubungkan sejumlah kota, termasuk di Kalimantan Barat.

“ Rute ini akan mencakup kota-kota seperti Kota Kinabalu, Kimanis / Papar, Beaufort, Sipitang, Lawas, Bangar, Limbang, Bukit Panggal, Miri, Bintulu, Sibu, Sri Aman, Kuching, Sambas Singkawang, Mempawah dan Pontianak," tulis media tersebut mengutip dari perusahaan Brunergy Utama.

Sementara itu perusahaan mengatakan, fase kedua akan melibatkan Kalimantan Utara dan Timur yang menghubungkan rute utama dengan Samarinda dan ke ibukota baru Indonesia, Nusantara.

Baca Juga: Bawa 15 Kilogram Sabu dari Malaysia, Polda Kalbar Amankan Pengedar Narkoba

“Rute ini mencakup Seridan Panjang, Ba Kelalan, Bawan Panjang, Malinau, Selor Tanjung, Tanjung Redeb, Pengadan, Lubuk Tutung, Bontang, Samarinda dan Balikpapan, ” katanya.

Hingga saat ini, kabarnya proyek tersebut masih akan memasuki tahap studi kelayakan.

Kontributor : Maria

Load More