SuaraKalbar.id - Petinju dunia andalan Indonesia asal Kalimantan Barat, Daud Yordan, siap kembali mengenakan sarung tinju setelah dua tahun vakum. Daud berambisi menang KO saat menghadapi petinju asal Argentina, Juan Hernan Leal, dalam laga International Boxing Association (IBA) World Super Lightweight Championship 2024 yang akan digelar di GOR Terpadu Ayani, Pontianak, pada 7 September.
"Ini bukan pertandingan terakhir saya, tetapi permulaan setelah hampir dua tahun vakum karena kesibukan saya di dunia politik," kata Daud Yordan dalam konferensi pers di BURN 83, SCBD, Jakarta, Rabu.
Daud terakhir kali naik ring saat menumbangkan petinju Thailand, Panya Uthok, dengan kemenangan KO pada pertandingan yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta, Juli 2022. Kemenangan tersebut membuat petinju asal Kayong Utara, Kalimantan Barat ini mempertahankan gelar juara WBC Asia Silver Light yang sebelumnya telah diamankannya pada 2021.
Sementara itu, Juan Hernan Leal memainkan pertandingan terakhirnya menghadapi petinju senegaranya, Maximiliano Nicolas Segura, pada 23 Maret yang berakhir dengan perolehan poin imbang.
Daud juga merupakan pemegang gelar IBA World Superlight dan WBO Oriental Superlight setelah mengatasi perlawanan petinju Afrika Selatan, Michael Mokoena, pada pertandingan yang berlangsung di Batu, Jawa Timur, 2019.
"Ini bagian dari bangkitnya tinju Indonesia selama pasang surut prestasi dan kejuaraan. Sehingga ini membangkitkan geliat antusiasme masyarakat, promotor, pemerintah maupun swasta kembali," ujar petinju yang kini berusia 37 tahun tersebut.
"Saya sangat mengharapkan dukungan langsung masyarakat Kalimantan Barat di GOR Ayani untuk memberikan energi ekstra buat saya, karena kali ini saya bermain di rumah saya sendiri," imbuh petinju berjuluk Cino tersebut.
MPRO International selaku promotor pertandingan berharap mampu menyajikan duel yang menjanjikan, terutama dengan kembalinya salah satu petinju andalan Indonesia setelah vakum dua tahun.
"Kami, MPRO International, sangat bangga bisa menghadirkan kembali pertarungan akbar petinju dunia kebanggaan Indonesia, Daud Yordan, menghadapi Juan Hernan Leal. Kami yakin duel ini akan menjadi pertandingan yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia untuk melihat kembali penampilan juara dunia asal Indonesia," kata Gustiantira Alandy selaku promotor.
Baca Juga: Polresta Pontianak Tingkatkan Status Kasus Wanita Jatuh dari K-Gym Menjadi Penyidikan
Berita Terkait
-
Polresta Pontianak Tingkatkan Status Kasus Wanita Jatuh dari K-Gym Menjadi Penyidikan
-
Satpol PP Kota Pontianak Amankan 2 Gepeng yang Beraksi di Lampu Merah: Orangnya Itu-itu Saja
-
BKSDA Kalimantan Barat Gagalkan Aktivitas Pertambangan dan Pembalakan Liar di Kawasan Konservasi
-
Terlilit Utang untuk Judi Online, Pria Sambas Tikam Debt Collector Hingga Tewas
-
Viral Maling di Pontianak, Serang Warga yang Kejar dengan Lempar Helm
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sebuah Bukti Dedikasi: Mantri BRI Ini Hadir Dampingi UMKM di Kepulauan Talaud
-
Kinerja Makin Solid, BRI Perkuat Transformasi Lewat BRIvolution Reignite
-
KUR BRI Antar Perajin Gula Merah Sumenep Tingkatkan Produksi hingga 2 Kali Lipat
-
Viral Video Tak Senonoh Tayang di Videotron Pemkab Melawi, Begini Dugaan Penyebabnya
-
Mantri BRI Buka Akses Perbankan hingga Pegunungan Toraja