SuaraKalbar.id - Pemerintah melakukan pelebaran jalan di Jalan Sultan Hamid II, Pontianak, Kalimantan Barat, untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi di turunan simpang empat lampu lalu lintas duplikasi Jembatan Kapuas 1.
PJ Wali Kota Pontianak, Ani Sofian, menjelaskan bahwa proyek pelebaran jalan ini akan dilakukan pada kedua sisi ruas jalan tersebut.
"Jadi nanti kiri kanan itu tambahannya 11 meter. Status tanah itu milik pemerintah pusat jadi bukan tanah daerah sehingga tidak ada hambatan untuk pembangunan itu," ujar Ani Sofian saat ditemui pada Jumat (02/08/2024) siang.
Ani menegaskan bahwa proyek ini memang bertujuan untuk mengurai kemacetan yang selama ini terjadi.
"Itu salah satu cara untuk menguraikan kemacetan. Nanti mungkin ada rekayasa lalu lintas. Tapi untuk rekayasa kita masih menunggu amdal lalin," jelasnya.
Pemerintah pusat mengalokasikan dana sekitar Rp 75 miliar untuk proyek pelebaran jalan ini, yang diperkirakan akan selesai pada Desember mendatang.
Ani juga menyebutkan bahwa nantinya akan ada perubahan pada letak lampu penerangan jalan yang disesuaikan dengan bentuk jalan yang baru.
"Yang berubah nanti letak lampu jalan kita benahi kembali. Lampu menggunakan tenaga surya," pungkasnya.
Proyek pelebaran jalan ini saat ini masih dalam tahap pembangunan. Namun, seorang warga Pontianak bernama Ucup (30) menyatakan ketidaksetujuannya dengan proyek ini, yang dinilainya tidak tepat sasaran untuk mengurai kemacetan.
Baca Juga: Inflasi Kalbar Masih Terkendali pada Juli 2024
"Sayang ya kalau itu benar untuk mengurai kemacetan karena kan selama ini setiap saya lewat disana itu yang macet di jalan sebelum lampu merah (Jalan Sultan Hamid I), sedangkan yang dilebarkan itu malah di jalan seberangnya yang tidak macet," ujar Ucup saat dikonfirmasi oleh Suara.com, Jumat (2/8/2024).
Ucup berpendapat bahwa pelebaran tersebut akan kurang berdampak, karena menurutnya sumber kemacetan adalah padatnya kendaraan dari arah Jalan Sultan Hamid I menuju Jalan Tanjung Raya II (Tanray II).
"Bikin macet itu malah padatnya kendaraan dari Pontianak menuju Tanray. Ini mencerminkan infrastruktur yang kurang dibandingkan dengan perkembangan warganya. Kalau saya sih lebih setuju dibangun flyover atau jembatan layang ya. Mungkin itu lebih sesuai," jelasnya.
Selain itu, Ucup menyebutkan bahwa jika pelebaran jalan harus dilakukan, seharusnya dimulai dari Jalan Sultan Hamid I.
"Kalau kita lihat kan, di jembatan tuh jalannya udah lebar tapi makin kebawah malah dipersempit dan agak berkelok. Harusnya dilebarkan dibagian situ, jadi yang arahnya lurus yaudah itu jalannya lurus gak jadi sempit dan berdempetan. Saya berarap pemerintah dapatlah mengatasi hal itu, teknisnya bagaimana kontraktor yang lebih tahu karena kita sama-sama tahu juga kalau yang macet itu dibagian arah Pontianak sebelum lampu merah bukan sesudah," tambahnya.
Kontributor : Maria
Berita Terkait
-
Inflasi Kalbar Masih Terkendali pada Juli 2024
-
3 Partai Dukung Edi Rusdi Kamtono sebagai Bakal Calon Wali Kota Pontianak
-
Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan di Pontianak Baru Mencapai Rp11 Miliar, Ini yang Bakal Dilakukan Pemerintah
-
Kabut Asap Menguat, WALHI Desak Respons Cepat Pemda Kalbar
-
5 Nasi Goreng Terdekat di Pontianak, Pilihan Lezat untuk Pecinta Kuliner
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Gempa Bumi Flores, BRI Prioritaskan Keselamatan Nasabah dan Pekerja: BRI Peduli Salurkan Bantuan
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Volume Transaksi Capai Rp4.166 Triliun hingga Juni 2026
-
BRI Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Transformasi BRILink Agen
-
Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal
-
Karhutla Ganggu Kualitas Udara, 934 Kasus ISPA Tercatat di Kayong Utara