SuaraKalbar.id - Dua pelaku pencurian kabel listrik milik PLN di kawasan Jl. Adi Sucipto, Pontianak Tenggara, berhasil diamankan oleh Unit Lidik Polsek Pontianak Selatan dan Unit Resmob Polda Kalbar.
Pelaku yang diamankan adalah MD (34) dan AN (24), yang diduga kuat terlibat dalam pencurian kabel cadangan PLN setelah menerima laporan dan informasi dari warga setempat.
Menurut pengakuan MD, ia bersama rekannya, AB, melakukan aksi pencurian tersebut pada 27 Juli 2024. Mereka memotong kabel cadangan sepanjang 35 meter yang melintang di atas parit.
Tak puas dengan hasil tersebut, kedua pelaku mencoba memotong kabel lain di lokasi yang sama, namun kabel tersebut berarus listrik tinggi, menyebabkan ledakan dan pemadaman listrik di sekitar area tersebut.
Usai kejadian, kedua pelaku melarikan diri, namun beberapa hari kemudian, MD kembali ke lokasi untuk mengambil sisa kabel yang telah terpotong, diikuti oleh AN yang turut mencoba mengambil sisa kabel.
Tim gabungan dari Macan Polsek Pontianak Selatan dan Resmob Polda Kalbar kemudian berhasil menangkap keduanya di lokasi kejadian.
Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Inayatun Nurhasanah, menyatakan bahwa pelaku AB masih dalam pencarian dan telah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO).
"Kami akan terus melakukan upaya maksimal untuk menangkap pelaku yang masih buron dan memastikan keamanan serta kelancaran pasokan listrik di wilayah kami," ungkapnya.
Keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari kerjasama yang baik antara Polsek Pontianak Selatan dan Resmob Polda Kalbar, serta dukungan informasi dari masyarakat. Kapolsek juga mengapresiasi partisipasi aktif warga yang membantu melaporkan kejadian ini sehingga aparat dapat bertindak cepat.
Baca Juga: Timpa Pekerja hingga Tewas, Polisi Dalami Kasus Runtuhnya Bangunan Tua di Pontianak
Saat ini, MD dan AN tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Kasus ini masih dalam pengembangan lebih lanjut, terutama untuk menangkap pelaku lainnya yang masih buron.
Berita Terkait
-
Timpa Pekerja hingga Tewas, Polisi Dalami Kasus Runtuhnya Bangunan Tua di Pontianak
-
Veddriq Leonardo Amankan Tiket Perempat Final Olimpiade 2024
-
Ekslusif: Pelebaran Jalan Sultan Hamid II Pontianak, Solusi Tepat atasi Kemacetan atau Pemborosan Anggaran?
-
Dramatis! Begini Proses Pencarian Korban Bangunan Roboh di Bawah Jembatan Duplikasi Kapuas 1 Pontianak, 1 Orang Tewas
-
Eksklusif: Pemerintah Larang Jual Rokok Eceran, Warga Pontianak: Masih Ada Rokok Ilegal
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
-
Gawai Dayak Melawi: Ketika Budaya Tak Sekadar Dirayakan, Tapi Dipertahankan dari Zaman
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
Bela Tanah Adat Berujung Laporan Polisi, Warga Ketapang Desak PT Mayana Cabut Kasus
-
Usai Dikunjungi Rocky Gerung, Ini Rahasia Kopi Warkop Asiang yang Sejak Dulu Bikin Orang Rela Antre