SuaraKalbar.id - Sebanyak sembilan replika naga yang sebelumnya memeriahkan perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang akhirnya dibakar sebagai penutup rangkaian acara. Ritual ini berlangsung pada hari ke-16 penanggalan Tahun Baru China, menandai kembalinya ruh naga ke langit sesuai dengan kepercayaan masyarakat Tionghoa.
Ketua Panitia Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang, Bun Chin Thong, menjelaskan bahwa prosesi bakar naga ini merupakan simbol pengembalian ruh naga setelah mereka menyelesaikan tugasnya di dunia untuk membersihkan jalan.
"Mereka terlebih dahulu akan singgah ke vihara atau kelenteng tempat naga itu buka mata sebagai pesan terakhir sebelum akhirnya dibakar di Pekong Kulor," ungkapnya pada Rabu (13/2).
Ritual ini hanya diwajibkan bagi naga yang telah mengikuti prosesi buka mata sebelumnya. Naga-naga kecil yang tidak mengikuti ritual tersebut tidak diwajibkan untuk dibakar.
"Jadi naga-naga yang ikut ritual buka mata itu wajib mengikuti ritual bakar naga, istilahnya ada buka mata ada tutup mata. Kalau naga-naga kecil itu tidak wajib karena tidak mengikuti buka mata, naga-naga itu biasa untuk permainan saja," tambahnya.
Ribuan warga tumpah ruah di area Pekong Kulor untuk menyaksikan prosesi sakral ini. Kilauan api yang membakar replika naga menciptakan pemandangan yang memukau, diiringi doa serta harapan baik untuk tahun yang lebih baik dari masyarakat yang hadir.
Sebelumnya, Karnaval Naga Bersinar turut menarik perhatian publik dengan parade yang dimulai dari persimpangan lampu merah Jalan Pattimura, menyusuri sepanjang Jalan Gajah Mada, dan berakhir di Jalan Budi Karya.
Di depan panggung utama, para naga berhenti sejenak untuk memberikan penghormatan kepada tamu-tamu undangan serta menerima angpao.
Hendry, salah satu panitia, menambahkan bahwa puncak Festival Cap Go Meh akan resmi ditutup pada 13 Februari dengan ritual ‘Naga Tutup Mata’, yang akan dilaksanakan di Yayasan Bakti Suci Sungai Raya.
Baca Juga: Wapres Gibran Saksikan Perayaan Cap Go Meh 2025 di Singkawang
"Ritual ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta tamu-tamu penting yang hadir," terangnya.
Jika ritual buka mata bertujuan meminta restu kepada leluhur, maka tutup mata menjadi simbol akhir dari tradisi ini.
Ia juga berharap agar festival Cap Go Meh dapat membawa keberkahan bagi Pontianak dan sekitarnya. "Harapan kami, Pontianak menjadi kota yang sejahtera, aman, dan semua kegiatan berjalan lancar. Melalui tradisi ini, kita juga ingin menekankan pentingnya saling menghargai antar etnis dan agama," jelasnya.
Erwin (38), salah satu warga yang turut menyaksikan Karnaval Naga Bersinar, mengungkapkan bahwa dirinya sudah berada di lokasi sejak pukul 18.15 WIB demi mendapatkan posisi strategis.
"Saya memang sengaja datang lebih awal ke sini (Jalan Gajah Mada) karena ini momen yang ditunggu-tunggu. Sambil membawa keluarga, anak-anak sangat suka melihat naga bercahaya lampu," ungkapnya.
Perayaan Cap Go Meh di Singkawang kembali membuktikan pesonanya sebagai salah satu perayaan budaya terbesar di Indonesia. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Tionghoa, tetapi juga mempererat kebersamaan antar masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah
-
Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati