SuaraKalbar.id - Suku Dayak adalah salah satu kelompok etnis asli yang mendiami Pulau Kalimantan, Indonesia. Mereka dikenal sebagai penghuni tertua di pulau yang sering disebut Borneo ini, dengan jejak sejarah dan budaya yang kaya serta unik.
Artikel ini akan mengulas sejarah dan asal-usul suku Dayak, menelusuri jejak leluhur mereka, serta bagaimana mereka menjadi bagian integral dari identitas Kalimantan.
Asal-Usul Suku Dayak
Menurut para ahli antropologi, suku Dayak diyakini merupakan bagian dari gelombang migrasi Austronesia yang tiba di Nusantara ribuan tahun lalu.
Teori ini didukung oleh penelitian arkeologi dan linguistik yang menunjukkan kesamaan bahasa Dayak dengan bahasa-bahasa Austronesia lainnya di Asia Tenggara.
Berdasarkan studi dari The Journal of Southeast Asian Studies, migrasi ini diperkirakan terjadi sekitar 4.000 hingga 2.500 tahun yang lalu, ketika kelompok Austronesia berpindah dari daratan Asia (kemungkinan Taiwan) ke kepulauan di Pasifik dan Nusantara, termasuk Kalimantan.
Bukti arkeologi, seperti temuan artefak batu dan peralatan primitif di gua-gua Kalimantan seperti Gua Niah di Sarawak, menunjukkan bahwa manusia telah mendiami pulau ini sejak 40.000 tahun lalu.
Namun, Dayak modern lebih terkait dengan gelombang migrasi Austronesia yang membawa budaya bercocok tanam dan teknologi perahu.
Mereka menetap di pedalaman Kalimantan, membentuk komunitas yang hidup harmonis dengan alam, jauh dari pengaruh luar hingga berabad-abad kemudian.
Nama "Dayak" sendiri tidak berasal dari penamaan internal suku ini. Istilah ini pertama kali digunakan oleh orang-orang Melayu pesisir untuk menyebut penduduk asli pedalaman Kalimantan.
Baca Juga: Bocah 6 Tahun Diterkam Buaya di Sungai Simpang Aur Kubu Raya, Pencarian Masih Terus Dilakukan
Dalam bahasa Melayu kuno, "Dayak" berarti "orang pedalaman" atau "orang hulu sungai," mencerminkan gaya hidup mereka yang terisolasi di hutan dan sungai.
Perkembangan Sejarah Suku Dayak
Sejarah suku Dayak tidak tercatat secara tertulis oleh mereka sendiri pada masa lalu, melainkan diturunkan melalui tradisi lisan yang kaya akan cerita, mitos, dan legenda.
Salah satu cerita yang sering muncul adalah tentang asal-usul manusia Dayak dari hubungan antara manusia dan makhluk supranatural, seperti yang dicatat dalam buku The Dayaks: Peoples of the Borneo Rainforest karya Victor T. King.
Tradisi lisan ini menjadi bukti bahwa Dayak memiliki pandangan dunia yang kuat tentang hubungan mereka dengan alam dan leluhur.
Pada abad-abad awal Masehi, suku Dayak hidup dalam kelompok-kelompok kecil yang tersebar di pedalaman Kalimantan.
Mereka mengembangkan sistem sosial berbasis komunal, dengan rumah panjang (lamin atau betang) sebagai pusat kehidupan.
Berita Terkait
-
Bocah 6 Tahun Diterkam Buaya di Sungai Simpang Aur Kubu Raya, Pencarian Masih Terus Dilakukan
-
Banjir di Kalimantan Barat Meluas, 2 Korban Meninggal Dunia
-
Banjir Melanda 7 Kabupaten di Kalbar, Ribuan Rumah Terendam dan Ratusan Warga Mengungsi
-
Banjir Sambas Rendam 8.016 Rumah, Ribuan Warga Terdampak
-
BPBD Kalimantan Barat Imbau Waspadai Banjir dan Banjir Rob Hingga 30 Januari
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Lebaran 2026 Jualan Apa? 6 Ide Kue Kering yang Selalu Dicari Konsumen
-
Konsumsi Mi Instan Boleh, Asal Dibatasi, Ini Penjelasan Ahli Gizi
-
Polda Sulteng Pecat 34 Personel Akibat Pelanggaran Berat
-
Adakah Tiket Kereta Tambahan Lebaran 2026? Simak Informasi Lengkapnya
-
1.619 Tenaga Kerja Asing Bekerja di Sumsel, Mayoritas dari China