Latar Belakang Kasus
Kasus dugaan korupsi ini bermula dari pelaksanaan proyek pengembangan Bandara Rahadi Oesman di Ketapang yang didanai oleh APBN/APBD.
Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan akses transportasi udara di wilayah selatan Kalimantan Barat.
Namun dalam pelaksanaannya, proyek tersebut diduga sarat dengan penyimpangan.
Hingga kini, Kejati Kalbar telah menetapkan tujuh tersangka, termasuk pejabat dari pihak penyedia jasa dan pelaksana proyek.
Penelusuran terhadap aliran dana proyek serta pemeriksaan terhadap sejumlah saksi masih terus dilakukan.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut pembangunan infrastruktur strategis dan penggunaan dana negara dalam jumlah besar.
Pemerintah daerah dan pusat diharapkan memperketat sistem pengawasan terhadap proyek-proyek infrastruktur agar tidak kembali terjadi praktik serupa.
Kejati Kalbar menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya dan memastikan semua pihak yang terlibat dimintai pertanggungjawaban hukum.
Baca Juga: Rp400 Juta untuk 'Ibu': Kesaksian di Sidang Korupsi Banyuasin Seret Eks Ketua DPRD Sumsel?
Berita Terkait
-
Rp400 Juta untuk 'Ibu': Kesaksian di Sidang Korupsi Banyuasin Seret Eks Ketua DPRD Sumsel?
-
Heboh OTT PUPR OKU! Rp 1,2 Miliar Masuk Rekening Mahasiswi, Ini Fakta Sebenarnya
-
5 Fakta Mengejutkan di Balik Tumpukan Uang Korupsi Triliunan Kasus Wilmar Group
-
Lelang Barang Sitaan KPK Resmi Dibuka! HP iPhone 13 Pro Max cuma Rp8 Juta
-
KPK Lelang Barang Sitaan 11 Juni 2025, Segini Harga Termurah
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia
-
Gempa Bumi Flores, BRI Prioritaskan Keselamatan Nasabah dan Pekerja: BRI Peduli Salurkan Bantuan
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Volume Transaksi Capai Rp4.166 Triliun hingga Juni 2026
-
BRI Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Transformasi BRILink Agen
-
Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal