SuaraKalbar.id - Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) berhasil mengungkap kasus penyeludupan telur penyu yang melibatkan seorang anggota aktif TNI dari Kodam Tanjungpinang dan seorang perempuan berinisial MU.
Penyelundupan ini diawali dari pembelian telur penyu di wilayah Tambelan dan berakhir dengan upaya pengiriman ke Malaysia melalui jalur tikus di perbatasan.
Kepala Direktorat Jenderal PSDKP, Pung Nugroho Saksono, menjelaskan bahwa operasi penangkapan dilakukan setelah tim gabungan mengembangkan informasi terkait kepemilikan 5.400 butir telur penyu yang disembunyikan di kapal KMP Bahtera Nusantara 03, di Pelabuhan Sintete, Kabupaten Sambas.
Telur-telur tersebut ditemukan disembunyikan dalam kardus dan ransel di area parkir kendaraan kapal, dengan tujuan mengelabui petugas.
"Pelaku menjual telur penyu dengan harga yang bervariasi, dimulai dari Rp1.700 per butir di wilayah asalnya hingga mencapai Rp10.000–Rp12.000 per butir setelah dijual kembali di Malaysia. Total nilai ekonomi telur yang disita mencapai sekitar Rp81 juta, namun kerugian ekologisnya jauh lebih besar, diperkirakan mencapai Rp1,1 miliar," ungkap Pung Nugroho Saksono dalam konferensi pers di PSDKP Pontianak.
Pelaku berinisial MU telah melakukan aksi penyelundupan telur penyu dari beberapa lokasi seperti Batam, Pulau Tiga, dan Sambas sebelumnya.
Polisi Diraja Malaysia juga telah mengambil tindakan serupa dengan menangkap empat orang di Sarawak pada 4 Juli lalu, salah satunya adalah pembeli telur dari pelaku MU.
Menyikapi kasus ini, proses hukum terhadap anggota TNI dan pelaku sipil akan ditangani sesuai dengan hukum yang berlaku.
Kejahatan ini dikenakan ancaman hukuman hingga 8 tahun penjara dan denda maksimal Rp1,5 miliar, sebagaimana diatur dalam Pasal 92 Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam.
Baca Juga: Indonesia Bakal Ekspor 2 Ribu Ton Beras per Bulan ke Negeri Jiran, Kalbar Jadi Ujung Tombak!
Pung Nugroho Saksono juga menegaskan pentingnya kerjasama lintas negara dalam membongkar jaringan perdagangan ilegal ini.
Dia mengimbau seluruh pihak untuk menghentikan praktik ini karena berdampak pada harga diri bangsa dan keberlangsungan alam.
"Telur penyu bukan untuk dikonsumsi. Penyu adalah satwa dilindungi. Konsumsi telur penyu dapat mengganggu ekosistem laut, memutus rantai kehidupan, bahkan mengancam keberlangsungan spesies ini," tegasnya.
Kerjasama antara aparat Indonesia dan Polisi Diraja Malaysia terus ditingkatkan untuk memastikan jaringan penyelundupan telur penyu ini dapat dihentikan secara efektif demi pelestarian sumber daya alam yang berkelanjutan.
Antara
Berita Terkait
-
Indonesia Bakal Ekspor 2 Ribu Ton Beras per Bulan ke Negeri Jiran, Kalbar Jadi Ujung Tombak!
-
Kalbar Gebrak Pasar Malaysia! Siap Ekspor 1.000 Ton Beras Premium Tahun Ini
-
Banjir Putus Akses Jalan ke PLBN Entikong, Warga Terjebak di Perbatasan
-
Banjir Melanda Perbatasan Indonesia-Malaysia di Bengkayang, Kalbar: Ratusan Rumah Terendam
-
Longsor Timbun Jalan Nasional di Perbatasan Indonesia-Malaysia, Ribuan Rumah Terendam Banjir
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian