SuaraKalbar.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah gencar melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, yang saat ini berada dalam status siaga tinggi.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya telah menerapkan sistem prediksi berlapis sejak enam bulan sebelum memasuki musim kemarau untuk mengantisipasi potensi karhutla.
Prediksi itu diperbarui secara berkala, mulai dari bulanan hingga prakiraan tujuh harian dan sepuluh harian.
“Dengan demikian, kami dapat mengetahui secara pasti wilayah mana saja yang berpotensi mengalami kebakaran,” ujarnya di Pontianak, Sabtu (2/8/2025).
Dwikorita menjelaskan bahwa saat ini hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat berstatus merah, atau berada pada puncak potensi karhutla.
Situasi ini mendorong BMKG, BNPB, dan KLHK untuk segera menyusun strategi modifikasi cuaca guna menurunkan risiko kebakaran.
Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada ketersediaan awan hujan.
“Jika awan hujan tidak tumbuh, modifikasi cuaca tidak bisa dilakukan. Dalam kondisi demikian, BNPB dan KLHK akan menggunakan pendekatan lain untuk menangani karhutla,” jelasnya.
Dalam beberapa hari terakhir, modifikasi cuaca berhasil dilaksanakan secara intensif, bahkan hingga malam hari, berkat kondisi atmosfer yang cukup mendukung.
Baca Juga: Kualitas Udara Buruk, Belajar Tatap Muka di Kubu Raya Dihentikan Sementara
“Alhamdulillah, hujan turun dan membantu menekan titik api. Namun, puncak potensi karhutla masih akan meningkat lagi pada 7 hingga 8 Agustus mendatang. Untuk itu, segala persiapan tengah kami lakukan,” katanya.
Karhutla dilaporkan kembali melanda sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat seperti Ketapang, Sanggau, dan Kubu Raya dalam beberapa pekan terakhir.
Karena itu, Dwikorita menegaskan bahwa koordinasi antara BMKG, BNPB, dan KLHK sangat penting untuk efektivitas penanganan kebakaran.
Ia juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada, tidak melakukan pembakaran terbuka di lahan pertanian, serta segera melaporkan potensi kebakaran kepada pihak berwenang.
Berita Terkait
-
Kualitas Udara Buruk, Belajar Tatap Muka di Kubu Raya Dihentikan Sementara
-
Kualitas Udara di Pontianak dan Kubu Raya Buruk, Warga Diimbau Gunakan Masker
-
Wali Kota Imbau Warga Waspadai Kabut Asap Kiriman, Kasus ISPA Mulai Meningkat di Pontianak
-
Tragedi di Muara Pawan, Pria 57 Tahun Tewas Terpapar Asap Saat Berusaha Padamkan Kebakaran
-
Pemkab Kubu Raya Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Asap, Patroli Karhutla Diperketat
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah
-
Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati
-
BRI Apresiasi BRILink Agen dengan Emas, Aktivasi 50 Nasabah Raih 1 Gram
-
Siswa SD Urung Makan Setelah Temukan Ayam Berulat dalam Menu MBG