SuaraKalbar.id - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Barat mengungkap praktik penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar secara ilegal.
Solar tersebut diduga kuat dipasok untuk mendukung aktivitas tambang emas ilegal (PETI) di Kabupaten Bengkayang.
Seorang pria berinisial K telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
Penangkapan dilakukan pada 26 Juli 2025, saat tersangka tengah mengangkut ratusan liter solar menggunakan mobil di Jalan Gunung Merapi, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang.
“Modusnya, pelaku membeli solar dari pengantri di SPBU Jalan Pasiran seharga Rp10.000 per liter, lalu menjualnya kembali ke lokasi tambang emas ilegal di Bengkayang dengan harga Rp11.000 per liter. Keuntungan yang diperoleh sekitar seribu rupiah per liter,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda Kalbar, Kombes Pol Burhanudin, kepada wartawan, Rabu (6/8).
Dalam operasi tersebut, petugas menyita barang bukti berupa satu unit mobil Kijang LGX warna hitam yang digunakan untuk mengangkut BBM ilegal, serta 13 jeriken berisi solar dengan total volume 455 liter.
Selain itu, uang tunai sebesar Rp4,2 juta yang diduga hasil penjualan juga diamankan.
Burhanudin menegaskan bahwa aktivitas penjualan BBM ilegal ini melanggar hukum, terutama karena bahan bakar tersebut digunakan untuk mendukung praktik tambang emas tanpa izin yang merusak lingkungan dan berpotensi menimbulkan konflik sosial.
“Ini bukan hanya soal jual beli solar, tapi bagian dari rantai pasokan untuk kegiatan PETI yang merusak alam dan ilegal. Kami akan terus melakukan penindakan tegas,” ujarnya.
Baca Juga: Seorang Pendaki Tewas Tersambar Petir di Gunung Bawang Bengkayang, Enam Orang Lainnya Luka-Luka
Tersangka kini dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.
Ancaman pidana dalam pasal tersebut adalah hukuman penjara maksimal enam tahun dan denda hingga Rp60 miliar.
Polda Kalbar menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku usaha ilegal yang memperjualbelikan BBM subsidi tanpa izin, terutama yang terlibat dalam kegiatan pertambangan ilegal di wilayah Kalimantan Barat.
Antara
Berita Terkait
-
Seorang Pendaki Tewas Tersambar Petir di Gunung Bawang Bengkayang, Enam Orang Lainnya Luka-Luka
-
Terbukti Curi Emas 774 Kg, Warga China Yu Hao Dieksekusi ke Lapas Pontianak
-
2 Pekerja Tambang Emas Ilegal di Kapuas Hulu Tewas Tertimpa Pohon
-
WNA Ditangkap! Tambang Emas Ilegal di Kalbar Terbongkar, Negara Tekor Triliunan
-
Aparat Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Kapuas Hulu
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026