- WHO dan IDAI memperbolehkan ibu menyusui berpuasa jika kesehatan ibu dan bayi tetap optimal serta produksi ASI mencukupi.
- Produksi ASI lebih dipengaruhi frekuensi menyusui daripada asupan kalori saat puasa, namun hidrasi sangat penting.
- Ibu menyusui harus mengonsumsi 2,5-3 liter cairan saat berbuka dan sahur, serta makanan bergizi seimbang.
Ibu menyusui membutuhkan tambahan sekitar 300–500 kalori per hari. Pastikan menu sahur dan berbuka mengandung:
- Karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, roti gandum).
- Protein berkualitas (telur, ayam, ikan, tahu, tempe).
- Lemak sehat (alpukat, kacang-kacangan).
- Sayur dan buah kaya serat.
Menurut Kementerian Kesehatan, gizi seimbang tetap penting selama Ramadan untuk menjaga daya tahan tubuh.
3. Tidak Melewatkan Sahur
Sahur menjadi sumber energi utama sepanjang hari. Pilih makanan yang dicerna lebih lambat agar energi bertahan lama, serta tambahkan protein dan cairan yang cukup.
4. Kenali Tanda Bahaya pada Ibu
Segera batalkan puasa jika mengalami pusing berat atau hampir pingsan, mulut sangat kering dan jarang buang air kecil, jantung terasa berdebar cepat, lemas berlebihan karena sejumlah kondisi ini bisa menjadi tanda dehidrasi serius.
5. Rutin Cek Kondisi Bayi
Perhatikan tanda bayi mungkin kekurangan ASI, seperti contohnya bayi lebih rewel dari biasanya, frekuensi buang air kecilnya berkurang, dan berat badan tidak naik sesuai grafik pertumbuhan. IDAI menyarankan untuk melakukan pemantauan berat badan bayi secara rutin.
6. Istirahat Cukup
Kurang tidur dapat memengaruhi stamina dan hormon produksi ASI. Usahakan tidur siang singkat dan hindari aktivitas fisik berat selama berpuasa.
7. Konsultasi dengan Dokter
Jika bayi berusia di bawah enam bulan atau lahir prematur, konsultasi dengan dokter anak atau konselor laktasi sangat dianjurkan sebelum memutuskan berpuasa.
Siapa yang Sebaiknya Tidak Berpuasa?
Ibu menyusui disarankan menunda puasa apabila bayi lahir prematur, produksi ASI rendah, bayi mengalami gangguan pertumbuhan dan ibu memiliki penyakit tertentu seperti diabetes, anemia berat, atau gangguan tiroid. Perlu diingat, dalam Islam, sesungguhnya kesehatan ibu dan bayi tetap menjadi prioritas utama.
Kiat aman berpuasa bagi ibu menyusui fokus pada tiga hal utama, yaitu kecukupan cairan, asupan gizi seimbang, serta pemantauan kondisi ibu dan bayi.
Berita Terkait
-
6 Tips Parfum Tahan Lama di Baju, Wangi Tidak Mudah Hilang dan Lebih Awet
-
Skincare Mahal tapi Kemasannya Bening? Hati-Hati Kandungannya Rusak Sebelum Dipakai
-
Sunscreen VS Sunblock, Mana yang Paling Ampuh Melindungi Kulit dari Sinar UV?
-
Bagaimana Cara agar Cushion Tidak Luntur Saat Berkeringat? 7 Tips Makeup Tahan Lama di Cuaca Panas
-
Tren Fashion 2026: Siluet Longgar Jadi Andalan, Ini Cara Bikin Outfit Simpel Terlihat Statement
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Putus Cinta Berujung Tragis, Kakak Beradik di Pontianak Aniaya Mantan Pacar
-
Bukan Gula atau Tepung, Plastik Justru Jadi Biang Pedagang Kue Pontianak Terjepit
-
7 Oleh-Oleh Khas Kalimantan Barat yang Laris di Marketplace, Nomor 3 Paling Diburu
-
Mandau Kalimantan, Dari Senjata Perang hingga Pusaka Suku Dayak yang Sarat Makna dan Nilai Keramat
-
Empat Tahun Bintang 5, Bank Kalbar Disebut Kelas Nasional: Prestasi Nyata atau Sekadar Label?