- Bus DAMRI mengalami kecelakaan tunggal di turunan Desa Penyeladi, Kabupaten Sanggau, pada pukul 13.50 WIB hari ini.
- Kendaraan hilang kendali akibat gangguan sistem pengereman sehingga bus keluar jalur dan berhenti dalam posisi miring.
- Insiden tersebut mengakibatkan satu penumpang meninggal dunia serta puluhan lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit.
SuaraKalbar.id - Perjalanan siang itu mendadak berubah mencekam. Sebuah bus DAMRI yang melaju di jalur Sintang–Pontianak tiba-tiba kehilangan kendali saat melintasi turunan curam di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Detik-detik kecelakaan itu terjadi begitu cepat. Bus yang mengangkut puluhan penumpang mulai melaju di turunan tajam Desa Penyeladi sekitar pukul 13.50 WIB. Sejak awal perjalanan, sopir sebenarnya sudah merasakan ada yang tidak beres pada sistem pengereman.
Namun situasi berubah drastis ketika kendaraan memasuki tikungan di jalur menurun. Rem diduga tidak berfungsi optimal, membuat laju bus tak lagi terkendali. Dalam kondisi panik, kendaraan mulai oleng ke kiri.
Sopir sempat berusaha menyelamatkan keadaan dengan membanting setir ke arah kanan. Tapi upaya itu tak cukup. Bus terus meluncur liar hingga akhirnya keluar kendali dan mengalami kecelakaan tunggal di pinggir jalan, bahkan dilaporkan berhenti dalam posisi miring dekat aliran sungai.
Suasana seketika berubah kacau. Penumpang berteriak panik, sementara warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas langsung berhamburan memberikan pertolongan. Evakuasi dilakukan secepat mungkin untuk menyelamatkan korban.
Akibat insiden ini, satu penumpang dilaporkan meninggal dunia di lokasi. Selain itu, sejumlah korban mengalami luka berat dan ringan, dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Bus tersebut diketahui membawa sekitar 31 orang, termasuk sopir dan kernet. Kecelakaan ini kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti, meski dugaan awal mengarah pada gangguan rem sejak awal perjalanan.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa di jalur ekstrem seperti turunan curam, satu masalah kecil pada kendaraan bisa berubah menjadi bencana besar dalam hitungan detik.
Baca Juga: Di Balik Dorongan Ekspor Arwana Kalbar, Kendala Perizinan dan Regulasi Masih Membayangi
Tag
Berita Terkait
-
7 Jadwal Misa Paskah 2026 di Pontianak, Rangkaian Lengkap dari Jumat Agung hingga Minggu
-
Cuma Modal Tanaman Dapur, 7 Manfaat Aloe Vera Pontianak yang Bikin Wajah Cerah Tanpa Skincare Mahal
-
Antrean BBM Panjang di Pontianak, Warga Sudah Resah: Benarkah Tidak Langka?
-
Air Tanah Masuk Dalam Objek Pajak Pemkot Pontianak
-
Mudik Gratis 2026 di Kalimantan Barat, 33 Bus Siap Layani 12 Rute Perjalanan dari Pontianak
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Duh! Asap Karhutla Ketapang Mengancam Pontianak hingga Negara Tetangga
-
BRI Group Sabet Enam Penghargaan Bergengsi Finance Asia 2026
-
Pengguna Qlola Tumbuh 42,6 Persen, BRI Hadirkan Tampilan Baru untuk Nasabah Bisnis
-
BRI Bersama Pegadaian Perluas Akses Masyarakat ke Ekosistem Emas
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' di Tengah 177 Karhutla Palangka Raya, Apa yang Sebenarnya Terjadi?