- Feri Bardan–Siantan berhenti beroperasi sejak awal April 2026.
- Akses penyeberangan warga Pontianak terputus.
- Perbaikan dermaga masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.
SuaraKalbar.id - Pagi itu, dermaga yang pernah ramai mendadak sunyi. Tak ada lagi suara mesin feri, tak ada antrean kendaraan. Sejak awal April 2026, feri Bardan–Siantan resmi berhenti beroperasi dan sejak saat itu pula, warga Pontianak merasakan bagaimana rasanya ketika urat nadi kehidupan tiba-tiba terputus.
Bagi banyak warga, jalur ini bukan sekadar penyeberangan. Ia adalah akses tercepat menuju tempat kerja, pasar, hingga sekolah. Kini semuanya berubah. Perjalanan menjadi lebih panjang, biaya bertambah, dan waktu terbuang di jalan.
Selama ini, feri Bardan–Siantan menjadi penghubung utama yang membuat mobilitas warga lebih cepat dan efisien. Jalur ini memangkas waktu tempuh dan menjadi andalan distribusi barang serta aktivitas ekonomi harian. Ketika layanan itu berhenti, dampaknya langsung terasa.
Warga harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh, waktu tempuh bertambah, dan biaya meningkat. Di saat yang sama, aktivitas ekonomi ikut tersendat karena arus barang dan pembeli tidak lagi selancar sebelumnya.
Rudi, salah satu warga yang setiap hari melintas, mengaku hidupnya ikut berubah sejak feri berhenti. “Dulu cepat, sekarang harus mutar jauh. Kadang telat kerja, ongkos juga nambah,” ujarnya.
Dampaknya tak hanya dirasakan pekerja. Pedagang kecil pun ikut terpukul. Arus pembeli berkurang, distribusi barang melambat. Aktivitas ekonomi yang sebelumnya hidup kini tersendat.
Penghentian operasional ini dipicu kondisi dermaga yang rusak dan dinilai membahayakan keselamatan. Namun bagi warga, ini seperti “rem mendadak” akibat masalah lama yang akhirnya mencapai titik kritis. Infrastruktur yang lama rusak kini benar-benar memakan korban sistem—shutdown total.
Di tengah situasi itu, harapan warga kini menggantung. Pemerintah daerah telah mengambil langkah dengan menyurati pihak terkait agar perbaikan segera dilakukan.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa perbaikan fasilitas penyeberangan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.
Baca Juga: Detik-detik Bus DAMRI Kecelakaan di Sanggau, 1 Tewas dan Puluhan Luka, Diduga Rem Blong
“Itu kan tanggung jawab Kementerian Perhubungan, kita sudah menyurati untuk segera memperbaiki, kita minta cepat diperbaiki,” tegasnya beberapa waktu lalu.
Namun hingga kini, belum ada kepastian kapan perbaikan akan dimulai. Sementara waktu terus berjalan, warga dipaksa beradaptasi dengan kondisi yang serba terbatas.
Feri Bardan–Siantan selama ini bukan sekadar sarana transportasi. Ia adalah denyut kehidupan. Ketika jalur itu berhenti, yang ikut terhenti bukan hanya perjalanan—tetapi juga ritme hidup masyarakat.
Kini, satu pertanyaan besar masih menggantung: kapan akses vital ini kembali normal?
Berita Terkait
-
Detik-detik Bus DAMRI Kecelakaan di Sanggau, 1 Tewas dan Puluhan Luka, Diduga Rem Blong
-
7 Jadwal Misa Paskah 2026 di Pontianak, Rangkaian Lengkap dari Jumat Agung hingga Minggu
-
Cuma Modal Tanaman Dapur, 7 Manfaat Aloe Vera Pontianak yang Bikin Wajah Cerah Tanpa Skincare Mahal
-
Antrean BBM Panjang di Pontianak, Warga Sudah Resah: Benarkah Tidak Langka?
-
Air Tanah Masuk Dalam Objek Pajak Pemkot Pontianak
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap
-
BRI Peduli Siapkan 500 Volunteer Dari Program "Yok Kita Gas", Dukung MotoGP Mandalika 2026
-
Lewat PELOPOR 2026, BRI Perluas Agen Perubahan Budaya Antikorupsi
-
Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla, 800 Ribu Hektar Hutan Terbakar: Ke Mana Orangutan Pergi?
-
Karhutla Belum Usai, Warga Kubu Raya Andalkan Hujan hingga Beli Air untuk Minum