- Stabilitas perusahaan dan masyarakat dapat dicapai melalui penguatan ikatan sosial.
- Hal itu sesuai penelitian yang dilakukan Magister Sosiologi di Universitas Tanjungpura.
- Studi itu memetakan bagaimana transformasi manajemen dan perubahan strategi sosial.
SuaraKalbar.id - Keberadaan perusahaan kelapa sawit cenderung berpotensi menyebabkan konflik dengan masyarakat lokal.
Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa stabilitas perusahaan dan warga dapat dicapai melalui penguatan ikatan sosial (social bond) yang tepat, bukan melalui pendekatan kekuatan atau keamanan semata.
Penelitian bidang sosiologi disampaikan oleh Gunawan Wibisono, dalam ujian tesis Magister Sosiologi di Universitas Tanjungpura.
Dalam studinya, ia mendalami yang mendalam PT Agronusa Investama (ANI), anak usaha Wilmar Grup di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Gunawan berhasil memetakan bagaimana transformasi manajemen dan perubahan strategi sosial dapat meredam potensi konflik pasca-alih kelola perusahaan.
"Pengendalian sosial yang efektif di industri sawit saat ini harus bergeser dari paradigma represif ke paradigma persuasif-preventif," ujar Gunawan, Rabu (15/4/2026).
Penelitiannya menggunakan teori Social Bond dari Travis Hirschi untuk membuktikan bahwa ketika masyarakat memiliki keterikatan emosional (attachment) dan kepentingan ekonomi yang nyata (commitment) melalui skema plasma.
"Maka secara alami masyarakat akan menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan," jelas Gunawan.
Penelitian ini menyoroti keberhasilan PT ANI dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat melalui transparansi dan pelibatan aktif elit lokal (Kepala Desa dan Tokoh Adat).
Hasil wawancara lapangan di Desa Semanga, misalnya, menunjukkan bahwa dialog rutin dan realisasi komitmen ekonomi menjadi "lem" yang merekatkan kembali hubungan yang sempat retak di masa lalu.
Rekomendasi Strategis
Sebagai praktisi yang telah malang-melintang di dunia korporasi, Gunawan memberikan rekomendasi konkret bagi industri: pembentukan forum komunikasi rutin sebagai sistem peringatan dini (early warning system) dan standardisasi program CSR yang berorientasi pada kemandirian masyarakat.
Gunawan Wibisono dikenal sebagai praktisi senior di industri perkebunan kelapa sawit dengan spesialisasi pada bidang Corporate Affairs, Hubungan Eksternal, dan Perizinan.
Ia yang memiliki latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi, kini melengkapi kepakarannya dengan gelar Magister Sosiologi.
Kombinasi antara pengalaman lapangan yang luas dan pemahaman teori sosiologi yang mendalam menjadikannya sosok yang unik di industrinya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Terkini
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama
-
IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan
-
KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM