- Helikopter Airbus H-130 jatuh di Bukit Buntak, Sekadau, Kalimantan Barat, menewaskan delapan orang penumpang dan awak pesawat.
- Pesawat hilang kontak pada Kamis, 16 April 2026, dalam perjalanan udara rute Melawi menuju wilayah Kubu Raya.
- Tim SAR mengevakuasi seluruh jenazah ke RS Bhayangkara Pontianak untuk menjalani proses identifikasi resmi oleh pihak kepolisian.
SuaraKalbar.id - Suasana duka masih terasa pekat di Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak, Jumat (17/4/2026). Di balik pintu ruang forensik, proses identifikasi korban helikopter jatuh di Sekadau terus berlangsung. Delapan kantong jenazah yang tiba hampir bersamaan menjadi penanda bahwa tragedi helikopter PK-CFX ini bukan sekadar peristiwa, melainkan kehilangan nyata bagi banyak keluarga.
Di tengah proses tersebut, satu per satu identitas korban mulai terungkap.
Berdasarkan data manifes penerbangan, berikut delapan korban dalam kecelakaan helikopter PK-CFX di Sekadau, Kalimantan Barat
Keenam penumpang tersebut diketahui merupakan bagian dari satu rombongan perjalanan kerja. Di dalam helikopter itu, terdapat dua awak yang memegang kendali penuh atas keselamatan penerbangan yakni Capt. Marindra W sebagai pilot dan Harun Arasyid sebagai engineer on board.
Bersama mereka, enam penumpang turut berada dalam satu perjalanan tersebut yakni Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak pada Kamis (16/4/2026) saat menempuh rute dari Melawi menuju Kubu Raya. Tidak ada sinyal darurat yang dikirim, tidak pula terdengar komunikasi terakhir yang bisa menjadi petunjuk.
Dalam waktu singkat, pesawat itu seolah lenyap dari radar, memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim gabungan. Sehari berselang, secercah harapan berubah menjadi kepastian pahit. Puing helikopter ditemukan di kawasan hutan perbukitan Sekadau, di lereng curam yang sulit dijangkau.
Seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Medan ekstrem dengan kemiringan tajam dan hutan lebat membuat proses evakuasi berlangsung penuh tantangan. Tim SAR harus bergerak dalam keterbatasan, mengandalkan penerangan minim dan jalur sempit, dengan risiko tinggi di setiap langkah yang mereka ambil.
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap, dimulai sejak malam hari hingga dini hari. Satu per satu korban dimasukkan ke dalam kantong jenazah, sebelum akhirnya dipindahkan ke titik aman untuk proses lanjutan.
Karena sulitnya jalur darat, tim memutuskan menggunakan jalur udara. Helikopter milik TNI AU dikerahkan untuk mengangkut seluruh jenazah dari lokasi menuju Lanud di Kubu Raya.
Baca Juga: Tangis Pecah di RS Bhayangkara! 8 Kantong Jenazah Korban Helikopter PK-CFX Datang Bersamaan
Dari sana, jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Pontianak.
Meski nama-nama korban mulai terungkap, proses identifikasi resmi masih terus berjalan. Tim Bidokkes Polda Kalbar melakukan serangkaian prosedur untuk memastikan identitas setiap korban secara akurat.
Barang pribadi, dokumen, hingga data medis menjadi bagian dari proses tersebut. Di luar ruang identifikasi, penantian berlangsung dalam diam.
Hingga saat ini, penyebab pasti jatuhnya helikopter PK-CFX masih belum diumumkan secara resmi. Di tengah duka yang masih menyelimuti, satu pertanyaan besar masih menggantung—apa yang sebenarnya terjadi di balik tragedi ini?
Berita Terkait
-
Tangis Pecah di RS Bhayangkara! 8 Kantong Jenazah Korban Helikopter PK-CFX Datang Bersamaan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Ini Identitas 8 Penumpang Helikopter PK-CFX yang Jatuh, Pilot hingga Penumpang Terungkap
-
Empat Tahun Bintang 5, Bank Kalbar Disebut Kelas Nasional: Prestasi Nyata atau Sekadar Label?
-
Profil dan Kekayaan Krisantus Kurniawan, Wagub Kalbar yang Viral Tantang Dedi Mulyadi 'Cium Lutut'
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian
-
Dari Investor Global hingga UMKM, BRI Bangun Koneksi Bisnis Lintas Negara