- Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menarik perhatian publik setelah pernyataannya yang menantang Dedi Mulyadi menjadi viral di media sosial.
- Pernyataan tersebut memicu perdebatan luas terkait perbandingan pembangunan antarwilayah serta profil dan rekam jejak politisi PDIP tersebut.
- Berdasarkan LHKPN per 30 Maret 2025, Krisantus memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp3,86 miliar tanpa catatan utang.
SuaraKalbar.id - Sosok Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mendadak jadi sorotan publik setelah pernyataannya yang menantang Dedi Mulyadi viral di media sosial.
Ucapan “kalau bisa, kucium lututnya” langsung memantik perdebatan luas. Tak hanya soal pernyataan tersebut, publik kini juga mulai penasaran dengan profil hingga harta kekayaannya.
Krisantus Kurniawan dikenal sebagai politisi yang berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Sebelum menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Barat, ia memiliki rekam jejak panjang di dunia politik dan pemerintahan daerah.
Posisinya saat ini sebagai Wakil Gubernur menempatkannya sebagai salah satu figur penting dalam pengambilan kebijakan di provinsi tersebut.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 30 Maret 2025 saat awal menjabat, total kekayaan Krisantus Kurniawan tercatat sebesar mencapai Rp3.863.000.000
Tidak tercatat adanya utang, sehingga seluruh nilai tersebut merupakan kekayaan bersih.
Aset Tanah dan Bangunan
Total: Rp1.200.000.000
Lokasi: Kota Pontianak
Status: hasil sendiri
Koleksi Kendaraan Hampir Rp1 Miliar
Total: Rp963.000.000
Baca Juga: Viral! Wagub Kalbar Tantang Dedi Mulyadi, Ucapannya Bikin Heboh: Kucium Lututnya
Rincian:
Toyota Yaris 2015 – Rp85 juta
Ford Ecosport 2014 – Rp110 juta
Honda Vario 2016 – Rp18 juta
Jeep Cherokee Trailhawk 2015 – Rp650 juta
Nissan Terrano 2006 – Rp100 juta
Kas dan Setara Kas
Rp1.700.000.000
Tanpa Utang
Dalam laporan LHKPN, tidak tercatat adanya utang. Total kekayaan bersih: Rp3,86 miliar
Pernyataan Krisantus yang menantang Dedi Mulyadi menjadi pemicu utama sorotan publik. Ucapan tersebut muncul dalam konteks perbandingan pembangunan antara Kalimantan Barat dan Jawa Barat yang dinilai tidak sebanding.
Kini, publik tidak hanya membahas ucapannya, tetapi juga latar belakang politik hingga kekayaan yang dimilikinya.
Kasus ini menunjukkan meningkatnya perhatian publik terhadap transparansi pejabat negara. Data LHKPN menjadi salah satu indikator penting untuk melihat profil finansial pejabat secara terbuka.
Berita Terkait
-
Viral! Wagub Kalbar Tantang Dedi Mulyadi, Ucapannya Bikin Heboh: Kucium Lututnya
-
Wagub Kalbar Tolak Kebijakan PPATK Blokir Rekening Dormant: Itu Melawan Hak Asasi Manusia
-
Bukan Barak Militer, Ini Alasan Bupati Kubu Raya Pilih Pesantren untuk Bina Kenakalan Remaja
-
Perpisahan Sekolah Dilarang Glamor! Disdikbud Kalbar Keluarkan Peringatan Keras
-
Tekan Balap Liar, Wali Kota Singkawang Kirim Remaja ke Rindam XII Tanjungpura
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian