Tasmalinda
Senin, 27 April 2026 | 21:40 WIB
ilustrasi bubur sambas pedas [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Bubur Pedas Sambas dari Kalimantan Barat merupakan kuliner tradisional kaya rempah yang menjadi identitas budaya masyarakat Melayu.
  • Hidangan ini terbuat dari campuran berbagai bahan alami lokal yang diolah perlahan melalui proses memasak yang sabar.
  • Filosofi hidangan ini melambangkan nilai kebersamaan, rasa syukur atas hasil bumi, serta simbol kepedulian dalam kehidupan masyarakat.

SuaraKalbar.id - Bubur Pedas Sambas dikenal sebagai salah satu kuliner tradisional khas Kalimantan Barat yang memiliki cita rasa unik dan kaya rempah.

Meski namanya “pedas”, makanan ini justru tidak selalu menghadirkan sensasi cabai yang menyengat. Kata “pedas” dalam Bubur Pedas lebih merujuk pada kaya rasa rempah yang berpadu dengan aneka sayuran dan bahan alami.

Sekilas, tampilannya sederhana. Namun di balik semangkuk Bubur Pedas Sambas, tersimpan filosofi mendalam yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Melayu Sambas.

Campuran beras sangrai yang dihaluskan, aneka sayuran hijau, daun kesum, kacang tanah, ikan teri, hingga rempah-rempah bukan hanya sekadar bahan makanan.

Masing-masing menyimpan pesan tentang kehidupan, kebersamaan, hingga rasa syukur.

Berikut lima makna filosofis di balik Bubur Pedas Sambas yang mungkin belum banyak diketahui.

1. Simbol Kebersamaan dalam Keberagaman

Bubur Pedas dibuat dari banyak bahan berbeda yang dimasak menjadi satu.

Sayuran, rempah, kacang, dan ikan teri menyatu menghasilkan rasa khas.

Baca Juga: 105 SPPG di Aceh Berubah Jadi Dapur Umum, Salurkan Makanan untuk Korban Bencana

Ini melambangkan kehidupan masyarakat yang beragam namun tetap bisa hidup berdampingan dalam harmoni.

2. Lambang Kesederhanaan yang Menyehatkan

Bahan utama Bubur Pedas umumnya berasal dari kebun atau hasil alam sekitar.

Meski sederhana, makanan ini kaya nutrisi.

Filosofi ini mengajarkan bahwa sesuatu yang sederhana belum tentu kalah bernilai.

3. Bentuk Rasa Syukur atas Hasil Alam

Load More