- Perjalanan lintas Trans-Kalimantan memiliki risiko tinggi karena jarak antarpemukiman yang jauh serta minimnya ketersediaan bengkel dan SPBU.
- Pengendara wajib melakukan persiapan kendaraan secara matang, termasuk membawa ban serep, jeriken BBM, oli, serta peralatan teknis darurat.
- Keselamatan perjalanan di Pulau Borneo sangat bergantung pada kesiapan fisik kendaraan serta kewaspadaan pengemudi terhadap kondisi rute terpencil.
Kasus mobil overheat masih sering terjadi di jalur panjang Kalimantan, terutama saat kendaraan dipaksa melaju terus tanpa pengecekan berkala.
Minimal bawa:
- Air radiator
- Oli mesin cadangan
- Corong pengisian
- Lap kain
Jangan tunggu indikator suhu naik baru panik.
Karena saat mobil mulai overheat di tengah jalur sepi, situasinya bisa berubah sangat merepotkan.
4. Lampu Senter dan Power Bank Kapasitas Besar
Tidak semua jalur Trans-Kalimantan memiliki penerangan jalan yang baik.
Saat malam turun, beberapa ruas bahkan bisa benar-benar gelap tanpa cahaya permukiman.
Karena itu:
- Senter terang wajib ada
- Power bank kapasitas besar penting untuk kondisi darurat
- Kabel charger cadangan harus tersedia
- Sinyal telepon di beberapa titik juga bisa hilang total.
Maka jangan sampai ponsel mati ketika mobil bermasalah di lokasi terpencil.
5. Toolkit Darurat dan Kompresor Portable
Baca Juga: Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
Pengendara berpengalaman di Kalimantan biasanya selalu membawa toolkit sederhana.
Tidak harus lengkap seperti bengkel, tetapi minimal memiliki:
- Obeng
- Tang
- Kunci pas
- Lakban
- Kabel ties
- Sekring cadangan
Tambahan paling penting adalah kompresor portable.
Alat kecil ini sering jadi penyelamat ketika tekanan ban tiba-tiba turun jauh dari tambal ban.
Harga kompresor portable kini juga semakin murah dibanding risiko terjebak di jalan sepi berjam-jam.
Jangan Andalkan Google Maps Saja
Satu kesalahan umum pelancong luar Kalimantan adalah terlalu percaya navigasi digital. Padahal beberapa jalur alternatif bisa membawa pengendara masuk ke ruas minim kendaraan, jalan logging, hingga area tanpa sinyal.
Berita Terkait
-
Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
-
Bela Tanah Adat Berujung Laporan Polisi, Warga Ketapang Desak PT Mayana Cabut Kasus
-
Dari Upah Layak hingga Outsourcing, Ini 10 Tuntutan Buruh Kalbar di May Day
-
Siswa Sekolah Swasta di Kalbar Kini Bisa Dapat Beasiswa, Lebih dari 113 Ribu Sudah Terbantu
-
Saat Warga Kalbar Berbondong ke Emas, Benarkah Tabungan Biasa Mulai Ditinggalkan?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Belanja Gadget di Batas Negara: Cara Cek IMEI Agar Tidak Terblokir saat Pulang ke Pontianak
-
Rahasia Rambut Hitam Berkilau Wanita Dayak: Manfaat Akar Kayu yang Tidak Ada di Salon Jakarta
-
Road Trip Trans Kalimantan: 5 Barang Wajib agar Mobil Tak Tumbang di Tengah Hutan
-
Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
-
Gawai Dayak Melawi: Ketika Budaya Tak Sekadar Dirayakan, Tapi Dipertahankan dari Zaman