Tasmalinda
Selasa, 09 Juni 2026 | 23:25 WIB
Mengapa anak di bawah umur masih bisa masuk tempat hiburan malam di Pontianak? (FOTO-HO/Pixabay/Antaranews)
Baca 10 detik
  • Komisi I DPRD Kota Pontianak menemukan pengunjung di bawah umur saat sidak di tempat hiburan malam kawasan Selatan.
  • Pelaku usaha dituntut melengkapi izin serta memperketat pengawasan identitas pengunjung guna melindungi generasi muda dari lingkungan tidak sesuai.
  • Lemahnya pengawasan orang tua dan pengaruh gaya hidup modern menjadi pemicu remaja mudah mengakses tempat hiburan malam tersebut.

Anggi menilai anak-anak dan pelajar seharusnya tidak berada di tempat hiburan malam.

Menurutnya, masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter dan pendidikan. Karena itu, lingkungan yang mereka masuki perlu mendapatkan perhatian serius.

Tempat hiburan malam umumnya beroperasi hingga larut malam dan diperuntukkan bagi orang dewasa. Karena itu, pembatasan usia bukan sekadar aturan administratif, melainkan bagian dari upaya melindungi anak dan remaja dari lingkungan yang dinilai belum sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

"Anak-anak dan remaja seharusnya fokus pada pendidikan dan kegiatan yang mendukung masa depan mereka. Karena itu, pengawasan terhadap batas usia pengunjung harus menjadi perhatian serius," tegas Anggi.

Fenomena anak di bawah umur di tempat hiburan malam tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja.

Di satu sisi, pengelola usaha memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap pengunjung memenuhi syarat usia yang ditetapkan. Pemeriksaan identitas dan pengawasan di pintu masuk seharusnya menjadi prosedur yang dijalankan secara konsisten.

Di sisi lain, keluarga juga memegang peranan penting dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari.

Karena itu, persoalan ini tidak hanya berbicara tentang kepatuhan pelaku usaha, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.

Fenomena yang Perlu Menjadi Perhatian

Baca Juga: Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak

Di tengah perubahan gaya hidup dan derasnya pengaruh media sosial, tantangan dalam mengawasi aktivitas remaja semakin kompleks. Pengawasan tidak lagi cukup hanya mengandalkan aturan tertulis, tetapi juga membutuhkan komitmen dari keluarga, sekolah, pelaku usaha, dan pemerintah.

Temuan anak di bawah umur di tempat hiburan malam seharusnya menjadi momentum evaluasi bersama. Bukan semata-mata untuk mencari pihak yang salah, melainkan untuk memastikan kejadian serupa tidak terus berulang.

Sebab pada akhirnya, persoalan ini bukan hanya tentang siapa yang berhasil masuk ke tempat hiburan malam, tetapi tentang bagaimana sebuah kota melindungi generasi mudanya dari risiko yang bisa memengaruhi masa depan mereka.

Load More