Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Corona dari Klaster Munzalan, Punya Banyak Riwayat Perjalanan

Husna Rahmayunita Jum'at, 18 September 2020 | 10:40 WIB

Kasus Corona dari Klaster Munzalan, Punya Banyak Riwayat Perjalanan
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson. (Suara.com/Eko Susanto)

Harisson mengimbau agar masyarakat Kalbar untuk sementara tidak berpergian ke luar daerah.

SuaraKalbar.id - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengumumkan adanya penambahan kasus Covid-19 baru yang berasal dari klaster Munzalan di Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya.

Harisson mengungkapkan, berdasarkan data dari dinas kesehatan Kalbar, kembali ditemukan sebanyak 22 orang yang terkonfirmasi covid-19. Satu orang diantaranya warga berinisial ML berasal dari klaster Munzalan.

"22 orang, di Pontianak 12 orang, Kubu Raya 5 orang, Mempawah 3 orang,Singkawang 1 orang dan dari luar wilayah 1 orang, dan salah satunya warga berinisial ML klaster munzalan," katanya kepada SuaraKalbar.id, Jumat (18/9/2020).

Ia menjelaskan ,pasien yang terkonfirmasi dari klaster munzalan tersebut sering kali melakukan perjalanan keluar wilayah Kalbar. Warga berinisial ML ini merupakan ketua Paskas Munzalan se-indonesia.

"Jadi saudara ML ini merupakan ketua paskasnya munzalan se-indonesia banyak melakukan perjalanan," ujarnya.

"Tanggal 25 agustus melakukan perjalanan dari Pontianak ke Pangkal Pinang,tanggal 27 Pangkal Pinang ke Jakarta transit menuju ke Medan. Tanggal 28 melakukan perjalan Medan ke Aceh ,kemudian tanggal 29 Aceh ke Jakarta,tanggal 30 Jakarta ke Pontianak. Lalu tanggal 2 September sempat ke Sanggau,”sambungnya.

Dengan melihat kasus ini, Harisson mengimbau agar masyarakat Kalbar untuk sementara tidak berpergian ke luar daerah jika tidak ada kepentingan mendesak. Pasalnya, tingkat ketertularan virus Covid-19 di luar Kalbar cenderung berisiko.

"Saya harapkan masyarakat kalau tidak penting-penting benar jangan melakukan perjalanan keluar Kalbar. Karena diluar Kalbar itu sangat berisiko untuk tertular Covid-19," ujarnya memungkasi.

Untuk diketahui, Lembaga Munzalan yang bergerak di bidang zakat, infak, sedekah, dan wakaf di Pontianak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Kalbar.

Klaster ini muncul setelah salah satu anggotanya sakit demam, pilek, dan kehilangan indra penciuman.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait