Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pengakuan Pembunuh Nikita: Saya Balas Dendam Tak Bisa Sekolah Kedokteran

Pebriansyah Ariefana Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:02 WIB

Pengakuan Pembunuh Nikita: Saya Balas Dendam Tak Bisa Sekolah Kedokteran
Ilustrasi mayat. (Beritabali.com/ist)

Nikita tewas seketika setelah ditembak. Nikita mengalami luka sangat parah.

SuaraKalbar.id - Tauseef, pembunuh Nikita Tomar menembak mati perempuan yang menjadi 'kasih tak sampai' karena balas dendam. Sebab Tauseef tak bisa kuliah kedokteran karena keluarga Nikita.

Tauseef menembak mati Nikita di sebuah kampus tempat perempuan itu kuliah. Penembakan dilakukan siang bolong, saat orang wara wiri di kampus itu.

Nikita tewas seketika setelah ditembak. Nikita mengalami luka sangat parah.

Setelah membunuh Nikita, Tauseef langsung kabur menggunakan mobil. Sementara mayat perempuan berusia 21 tahun itu dibiarkan terkapar di kampus di Ballabgarh Faridabad, India.

Ilustrasi mayat. (ist)
Ilustrasi mayat. (ist)

Pengakuan dari keluarga, Tauseef sebenarnya pernah melakukan pelecehan seksual ke Nikita. Lalu keluarga Nikita melaporkannya ke polisi. Tauseef pun ditangkap pada tahun yang sama, 2018.

Tauseef melakukan pelecehan seksual untuk bisa menikahi Nikita. Cerita ini terungkap dari saudara Nikita.

Tapi begitu Tauseef ditangkap polisi, keluarga Nikita mencabut kasus pelecehan seksuai itu. Masalah selesai di antara keluarga saja.

Sekarang, Tauseef pun mengaku membunuh Nikita karena balas dendam. Gara-gara ditangkap, Tauseef tidak bisa meneruskan kuliah kedokteran.

"Saya tidak bisa belajar kedokteran karena saya ditangkap. Dan karenanya saya membalas dendam," kata Tauseef.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait