Dari Tetesan Karet Jadi Rupiah, Cara Warga Perbatasan Hidup saat Pandemi

Karet menjadi komoditi andalan warga perbatasan.

Husna Rahmayunita
Jum'at, 13 November 2020 | 15:19 WIB
Dari Tetesan Karet Jadi Rupiah, Cara Warga Perbatasan Hidup saat Pandemi

Sementara hasil sadapan karet ini yang dikumpulkannya tidak bisa langsung dijual ke pengepul. Sebab, getah hasil sadapan itu harus diolah menjadi jinton terlebih dahulu, baru bisa dijual.

“Hasil sadapan karet yang diolah menjadi jinton akan dijual kepada pengepul setelah terkumpul dalam satu pekan,” ucapnya sembari bersandar di sebatang pohon karet.

Untuk makan sehari-hari Suyanto menghemat dari Bantuan Sosial Tunai (BST) pemerintah sambil menunggu kepingan karetnya dibeli pengepul.

Terlepas dari semuan kesulitan dan dilema, Suyanto bersyukur masih ada karet yang bisa digunakannya untuk menyambung hidup di tengah pandemi saat ini.

Baca Juga:Masa Pandemi, Polda Sumbar Ingatkan Leasing Tak Tarik Paksa Kendaraan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini