alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kakak Beradik Rela Bertahan dalam Kepungan Banjir, Alasannya Mengharukan

Husna Rahmayunita Jum'at, 04 Desember 2020 | 13:52 WIB

Kakak Beradik Rela Bertahan dalam Kepungan Banjir, Alasannya Mengharukan
Kakak beradik rela bertahan di tengah kepungan banjir. (YouTube/Harian Metro)

Mereka tetap tinggal dan tidak mengungsi.

SuaraKalbar.id - Sepasang kakak beradik memilih bertahan dalam kepungan banjir setinggi setengah meter dan tidak mengungsi.

Keduanya adalah Azila Omar dan Azmi, warga Kampung Bukit Kecil, Chalok, Terengganu, Malaysia.

Pada Rabu (2/12/2020) malam, banjir menerjang kawasan tempat tinggal mereka. Saat itu tinggi air mencapai setengah meter.

Namun Azila dan Azmi memutuskan tetap tinggal di rumah. Alasannya karena tak tega meninggalkan 32 kucing peliharaan yang selama ini hidup dengan mereka.

Baca Juga: Suasana Mencekam, Permukiman Warga di Tanjung Selamat Terendam Banjir

"Sebenarnya kami bisa menumpang di rumah kakak, menunggu air surut tetap kami tidak tega meninggalkan kucing-kucing ini di rumah. Meski saya dan adik haru duduk dalam genangan air," kata Azila seperti disadur dari Harian Metro via World of Buzz, Jumat (4/12).

Azila mengaku dirinya khawatir dengan keselamatan puluhan kucing peliharaannya saat banjir melanda, sehingga memutuskan tetap tinggal dan rela terendam air.

Kakak beradik rela bertahan di tengah kepungan banjir. (YouTube/Harian Metro)
Kakak beradik rela bertahan di tengah kepungan banjir. (YouTube/Harian Metro)

"Aku lebih khawatir karena kucing-kucing oini bisa sata jatuh ke air. Sementara beberapa di antara mereka ada yang buta, tulis dan disabilitas," sambungnya.

Sementara Azmi bercerita, ketika banjir melanda air dirinya sedang pergi ke Pasar yang tak jauh dari rumah.

"Air begitu ceoat masuk dan aku tidak sempat memindahkan barang-barang (di dalam rumah) ke tempat yang lebih tinggi," ujanrnya.

Baca Juga: Ngenes! Anak Kucing Ini Beri Cium Perpisahan Induknya Mati Diracun

Menurutnya, ada 95 persen warga di kampungnya yang terdampak banjir. Ia menyebut banjir melanda kampungnya terakhir kali pada 2000.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait