alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Posting Vaksin Bisa Hancurkan Rakyat, Pegawai Honorer di Pontianak Diciduk

Husna Rahmayunita Rabu, 27 Januari 2021 | 11:57 WIB

Posting Vaksin Bisa Hancurkan Rakyat, Pegawai Honorer di Pontianak Diciduk
Honorer di Pontianak diciduk gegara sebar hoaks vaksinasi Covid-19. (dok.Ditreskrimsus Polda Kalbar)

Dia diamankan karena menyebarkan hoaks terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

SuaraKalbar.id - AG, seorang pegawai honorer yang tinggal di Kota Baru, Pontianak Selatan, Kota Pontianak terpaksa berurusan dengan polisi.

Dia diamankan karena menyebarkan hoaks terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19.  AG seorang pegawai honorer di Kalbar.

Kasubdit V Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, Kompol Dudung Setiawan menerangan, pengungkapan kasus ini bermula pada Senin, 25 Januari 2021 sekira pukul 09.00 Wib, Tim Patrol Siber Subdit 5 Ditreskrimsus sedang melakukan patroli siber di media sosial.

"Kemudian tim menemukan akun facebook AG menulis komentar yang mengandung berita bohong atau hoaks di grup facebook Pontianak Informasi (PI). Karena postingan tersebut mengandung muatan berita bohong tentang pemberian vaksin Covid-19, kemudian tim memburu pelaku," jelas Dudung, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga: Serukan Vaksinasi ke Nakes, Menkes: Insya Allah Bisa Bekerja Lebih Tenang

Akhirnya, pelaku dapat ditangkap di tempatnya bekerja pada 26 Januari 2021. Pria 31 tahun itu tak berkutik saat ditangkap di salah satu instansi di lingkungan Provinsi Kalbar, Jalan Adi Sucipto, Pontianak Tenggara.

Hasil pemeriksaan sementara, kata Dudung, pelaku menulis komentar di grup facebook Pontianak Informasi (PI) dengan menggunakan akun miliknya berinisial AG.

Ilustrasi hoaks. (Shutterstock)
Ilustrasi hoaks. (Shutterstock)

Pelaku mengakui melakukan perbuatan itu, pada Selasa 12 Januari 2021 sekira pukul 13.00 Wib di tempat kerjanya.

Inti dari komentar AG yang menyesatkan itu, bahwa vaksin Covid-19 adalah virus yang akan menghancurkan rakyat Indonesia. Karena virus yang disuntik itu akan bereaksi 4 hingga 6 bulan setelah warga Indonesia menerimanya.

Masih menurut AG dalam komentar itu, rakyat Indonesia diminta untuk berhati-hati jangan sampai tertipu. Ia berkomentar, orang yang sudah sehat tidak perlu disuntik dan jangan takut pada Covid-19.

Baca Juga: Nakes Hadapi Risiko Tinggi Tiap Hari, Ketua IDI: Kita Perlu Cepat Divaksin!

Baginya, yang takut dan yakin pada virus corona ini adalah orang yang syirik menduakan Tuhan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait